"Pertamina dan PT PLN Pusat sedang melakukan pembicaraan atau koordinasi guna memperoleh titik temu di antara keduanya terkait dengan klausul harga solar yang akan disepakati dalam kontrak baru,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pertamina masih belum memutuskan klausul harga BBM kepada PT PLN terkait kontrak baru 2015 sebab masih dalam pembahasan.

"Pertamina dan PT PLN Pusat sedang melakukan pembicaraan atau koordinasi guna memperoleh titik temu di antara keduanya terkait dengan klausul harga solar yang akan disepakati dalam kontrak baru," ujar Sales Executif riteal Pertamina cabang Babel, Arif Wahyu di Pangkalpinang, Senin.

Arif mengatakan, pertamina mengalami kerugian akibat dari jumlah tagihan pembayaran solar terhadap PLN yang selalu lebih kecil dibandingkan biaya yang dikeluarkan pertamina untuk pengadaan bahan bakar.

"Ada kemungkinan harga solar yang dipasok kepada PT PLN akan mengalami kenaikan namun harus didasari oleh kesepakatan bersama dan membutuhkan waktu yang cukup panjang," ujarnya.

Sampai saat ini Pertamina wilayah Babel masih melakukan pasokan BBM jenis solar kepada PT PLN sesuai dengan sisa kontrak yang disepakati.

Ia menambahkan, proses  tawar menawar harga  solar yang dilakukan oleh Pertamina dengan PLN pusat hingga kini masih berlangsung namun pasokan solar tetap dilakukan dan berkondisi stabil.

"Sejauh ini belum ada kesepakatan terkait harga BBM pada kontrak yang baru sebab masih dalam tahap koordinasi dan kesepakatan harga yang cocok," ujarnya.

Ia berharap, ketetapan harga BBM dalam klausul kontrak dapat berjalan lancar tanpa harus merugikan kedua belah pihak.

"Klausul terkait harga BBM akan segera ditetapkan secepatnya dan diharapkan juga tidak mengganggu produktifitas antarkedua belah pihak," ujarnya.




Pewarta: Oleh Septi Artiana
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026