"Masyarakat atau pembeli pada umumnya lebih memilih sayuran lokal hasil panen petani dibanding dengan sayuran yang didatangkan dari luar pulau bangka,"
Sungailiat (Antara Babel) - Sayuran hasil petani lokal masyarakat Bangka, Provinsi Kepulauan diminati masyarakat setempat dibanding sayuran yang dipasok dari luar pulau bangka karena kondisi sayuran yang masih segar.

"Masyarakat atau pembeli pada umumnya lebih memilih sayuran lokal hasil panen petani dibanding dengan sayuran yang didatangkan dari luar pulau bangka," kata pedagang sayuran di pasar Sungailiat, Nurjanah di Sungailiat, Rabu.

Dipilihnya sayuran lokal kata dia, karena kondisi sayuran masih tetap segar karena belum lama dipanen oleh petani dan langsung dibawa ke pasar, sedangkan sayuran dari luar pada umumnya sudah kurang segar yang disebabkan mungkin sudah beberapa hari tertahan di kendaraan angkutan.

"Secara umum sayuran lokal dapat bersaing dengan harga sayuran dari luar, seperti untuk jenis sawi dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram kacang panjang Rp8.000 per kilogram dan lainnya," katanya.

Sayuran lokal biasanya dipasok langsung oleh petani dari berbagai pelosok desa seperti kata Nurjanah dari desa Balon Ijuk dan beberapa desa lainnya di Kabupaten Bangka yang tersebar di lebih 50 desa.

"Hanya saja kata dia, hasil panen petani terhadap sayuran yang ditanamnya sangat dipengaruhi oleh musim sehingga berdampak pula terhadap harga jual di pasar tradisional," katanya.

Sementara menurut Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Yulhaidir mengatakan, pemerintah daerah terus menggalakan masyarakat pedesaan untuk memberdayaankan lahan kosong atau tanaman pangan yang produktif sehingga mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Lahan atau pekarangan kosong baik di pekarangan rumah maupun di kebunnya yang selama ini dibiarkan begitu saja, dapat difungsikan untuk menanam jenis tanaman sayuran," katanya.

Sayuran petani lokal memang kondisinya masih bagus dan segar karena pengelolaan yang baik sehingga diminati masyarakat.

"Lahan kosong tidak hanya dapat ditanami sayuran melainkan dapat ditanami buah-buahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi," kata Yulhaidir.

Pewarta: Oleh Kasmono
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026