"Usul kerja sama ini sudah kami sampaikan ke Bupati Zuhri M Syazali dan beliau memberikan respon positif agar segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,"
Muntok (Antara Babel) - Direksi PDAM Tirta Sejiran Setason Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, mengusulkan pemerintah daerah setempat menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam bidang peningkatan kualitas air.

"Usul kerja sama ini sudah kami sampaikan ke Bupati Zuhri M Syazali dan beliau memberikan respon positif agar segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," ujar Direktur PDAM Tirta Sejiran Setason Chairul Amri Rani di Muntok, Kamis.

Ia mengatakan bentuk jalinan kerja sama tersebut akan dilakukan pemkab setempat dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UGM Yogyakarta agar ke depan selalu mengirimkan mahasiswa perguruan tinggi tersebut ke Muntok melalui program kuliah kerja nyata (KKN).

Menurutnya, KKN yang dilakukan para mahasiswa UGM ke Muntok pada tahun ini membawa dampak positif bagi warga dan pembangunan daerah ke depan karena program yang ditawarkan berupa sejumlah solusi untuk kehidupan tang lebih baik.

"Pada tahun ini sebanyak 26  mahasiswa yang KKN di Muntok menawarkan dan berhasil mengajak masyarakat untuk melestarikan lingkungan, menjaga kualitas dan ketersediaan air. Ini cukup membantu operasional kami," kata dia.

Ia mencontohkan, program penanaman 1.000 bibit pohon kayu keras di kolong sungai babi merupakan program yang sudah dikerjakan para mahasiswa tersebut, hal itu dinilai cukup membantu PDAM jangka panjang karena penanaman tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan salah satu sumber air baku PDAM.

Selain itu, kata dia, pembuatan penyaring alami saluran air sungai atau cekdam sederhana yang dilakukan di sungai babi dengan menggunakan batang kayu dan daun-daun dinilai cukup berhasil menahan sedimen masuk ke kolam penampungan air baku PDAM.

"Pengerjaan cukup sederhana, namun hasilnya luar biasa, kami harapkan program-program seperti ini bisa terus berkesinambungan di tahun-tahun mendatang," katanya.

Untuk itu, menurutnya, akan lebih baik jika pemkab mampu menjalin kerja sama dengan UGM untuk mengirimkan mahasiswa ke daerah setiap tahun, agar program yang sudah dikerjakan pendahulunya dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Ia menyarankan, ke depan pemkab lebih rinci dan spesifik mendatangkan mahasiswa KKN dengan disesuaikan kebutuhan daerah.

"Permasalahan utama di daerah adalah kerusakan lingkungan dan penyediaan air bersih, kami harapkan dalam kerja sama itu disebutkan mahasiswa jurusan apa yang bisa memberi solusi di bidang itu, jadi keberadaan mahasiswa dan pembimbing di daerah sesuai kebutuhan," kata dia.

Ia mengusulkan, kerja sama antara Pemkab Bangka Barat dengan LPM UGM ke depan lebih erat dan berkelanjutan, misalnya dalam jangka waktu lima atau 10 tahun berurutan sehingga program di daerah bisa berjalan berkelanjutan.

"Dengan kerja sama jangka panjang, tentu program yang sudah dilakukan seperti penyaringan air di sungai babi bisa dilanjutkan ke sungai lainnya, seperti sungai ulu, sungai air samak sehingga kualitas air dan lingkungan serta program kemasyarakatan yang lainnya semakin meningkat," katanya.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026