Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans, dan Imuniasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Sopianto di Sungailiat, Kamis mengatakan, 30 kasus DBD tersebut masing-masing terjadi pada Januari 2020 sebanyak 22 kasus dan Februari 2020 sebanyak delapan kasus.
"Angka kasus tersebut jika dibandingkan bulan yang sama pada Tahun 2019, lebih rendah. Januari 2019 sebanyak 40 kasus dan Februari 2019 sebanyak 27 kasus," ujarnya.
Dia mengatakan, salah satu penyebab terjadinya DBD karena adanya perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan dimana saat itu terjadinya siklus perkembangbiakan jentik nyamuk.
Untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk, dia mendorong seluruh masyarakat meningkatkan prilaku hidup bersih, melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara metode yang efektif yakni gerakan 3M plus.
"Gerakan 3 M plus dilakukan dengan menguras, mengubur dan menutup tempat penampungan air serta memeriksa jentik nyamuk secara berkala, termasuk penggunaan abate atau abatisasi," katanya.
Dia menyarankan ke seluruh masyarakat di daerahnya untuk mengikuti gerakan pencegahan jentik nyamuk dan segera membawa ke pusat pelayanan kesehatan jika ada yang terduga terkena DBD.
Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.