Pangkalpinang, (ANTARA Babel) - Harga telur ayam broiler di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik Rp200 per butir dari Rp1.100 menjadi Rp1.300 per butir.

"Peningkatan ini terjadi karena adanya penurunan pasokan telur dari para peternak namun permintaan konsumen terus meningkat," ujar salah seorang pedagang di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang, Wajung di Pangkalpinang, Kamis.

Menurut dia, dirinya belum bisa memastikan sampai kapan harga telur ayam broiler tersebut bertahan tinggi.

Secara umum perkembangan harga telur maupun harga kebutuhan pokok lainnya di tingkat pedagang pengecer tergantung jumlah pasokan dan harga dari daerah produksi.

"Terkadang jika jumlah barang sedikit dan permintaan meningkat kemungkinan besar akan terjadi peningkatan harga, apalagi sekarang saat Hari Raya Agama Maulid Nabi dan menjelang Imlek kamungkinan akan terjadi pelonjakan harga," ujarnya.

Wajung berharap agar para pedagang dari daerah sentra produksi tidak ada yang mempermainkan harga barang agar tidak memberatkan konsumen di daerah itu.

Sementara itu, salah seorang pedagang makanan jadi di Kota Pangkalpinang, Siti mengaku bingung dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok seperti telur ayam broiler tersebut, karena akan mempengaruhi keuntungannya dalam mengolahnya menjadi makanan jadi.

"Saya bingung dengan naiknya harga telur ayam sekarang, saya jadi susak menjualnya. Mau jual mahal kasian pelanggan, kalau jual murah saya yang rugi. Jadi mau gimana lagi," ujarnya sambil mengeluh.

Ia mengatakan, dirinya akan melakukan perhitungan kembali dalam mengolah makanan jadi agar tidak memberatkan konsumen dan dirinya tetap mendapatkan keuntungan yang sesuai.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Ridwan mengakui beberapa hari ini terjadi pelonjakan harga kebutuhan pokok dan barang lainnya terkait cuaca buruk, sehingga pengiriman barang agak terlambat tidak sesuai dengan jadwal.

"Mungkin dalam waktu dekat perkembangan harga barang ini akan kembali normal, sehingga masyarakat sebagai konsumen tidak tertekan dengan harga yang melambung tinggi," tegasnya.



: Wira Suryantala

COPYRIGHT © ANTARA 2026