"Api terus membesar dan meluas, sekarang sudah hampir menyambar pemukiman penduduk sekitar hutan,"Koba (Antara Babel) - Kebakaran hutan yang terus meluas di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, mengancam pemukiman penduduk di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Koba, Padang Mulya dan Simpang Perlang.
Lurah Koba Samsurizal di Koba, Minggu malam, mengatakan, kebakaran terjadi di hutan lindung bergambut yang berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk tiga kelurahan tersebut.
"Api terus membesar dan meluas, sekarang sudah hampir menyambar pemukiman penduduk sekitar hutan," ujarnya.
Ia mengaku belum mengetahui asal atau titik api, namun tiba-tiba terjadi kebakaran hebat pada hutan lindung di sekitar pemukiman.
"Apalagi sekarang musim kemarau, kondisi hutan kering kerontang sehingga sedikit saja menyulut api akan memicu kebakaran luas," ujarnya.
Pihaknya sudah meminta pihak RT/RW mengumpulkan warga untuk berjaga-jaga di pinggir hutan agar api tidak menyambar perkampungan.
"Warga juga diminta harus siaga, jika api terus berkobar maka hubungi pihak pemadam kebakaran untuk menjinakkan api," ujarnya.
Sementara seorang petugas Damkar Bangka Tengah Nurdiansyah menyatakan pihaknya turun ke lokasi kebakaran tersebut sejak Minggu dinihari, tepatnya sekitar pukul 01.00 WIB setelah mendapat laporan dari warga.
"Kondisi api susah untuk dipadamkan, karena yang terbakar merupakan lahan gambut. Tidak bisa kami matikan secara normal, harus dipadamkan secara berlahan makanya kami meminta bantuan warga sekitar," ujarnya.
Seorang warga Koba, Eman (31) mengatakan api mulai mendekati pemukiman sejak Sabtu (25/10) malam. Api berasal dari Gang Beta, sekitar satu kilo meter dari Jalan Teuku Umar.
"Api ini sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Sebelumnya pernah juga terjadi kebakaran tapi dari arah yang berbeda. Jadi, titik api yang sekarang ini merupakan titik yang baru," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AhmadiEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.