"Kabut asap tersebut masih dalam batas wajar, sifatnya hanya insidentil. Berbeda dengan kabut asap yang terjadi di Sumsel dan Riau memang terjadi terus-menerus,"Koba (Antara Babel) - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung menyatakan, kabut asap yang melanda daerah itu dalam beberapa hari ini belum sempat mengganggu kesehatan warga.
"Kabut asap tersebut masih dalam batas wajar, sifatnya hanya insidentil. Berbeda dengan kabut asap yang terjadi di Sumsel dan Riau memang terjadi terus-menerus," kata Kepala Dinkes Bangka Tengah Bahrun S Sutrisno di Koba, Senin.
Ia menyatakan, kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik belum mempengaruhi kualitas udara di daerah itu.
"Kami juga belum ada temuan dan mendapat laporan dari warga terkait penyakit ispa akibat kabut asap," ujarnya.
Namun demikian, kata dia tetap dilakukan antisipasi dini terhadap kemungkinan penyakit gangguan pernapasan melanda warga.
"Kami sudah menyediakan masker, namun belum kami bagikan karena kondisi kabut asap masih batas wajar dan kualitas udara juga masih baik," katanya.
Menurut dia, untuk saat ini belum perlu dilakukan tindakan pencegahan karena berdasarkan pantauan bahwa kabut asap tidak membahayakan kesehatan dan kualitas udara masih baik.
"Jika kondisinya nanti sudah sampai pada tingkat berbahaya yang bisa mengganggu saluran pernapasan, maka kami lakukan pembagian masker," ujarnya.
Sementara Dodi seorang warga Koba mengatakan, kabut asap tebal sering muncul pada pagi hari yang diduga asap lokal bersumber dari kebakaran hutan dan asap kiriman dari Sumsel.
"Asapnya juga mengganggu, mestinya pihak Dinkes harus membagikan masker karena asap juga cukup tajam membuat mata perih," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AhmadiEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.