"Saat ini, rasa nasionalisme pemuda mulai luntur tidak seperti pemuda dulu yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sehingga persatuan dan kesatuan pemuda terjaga dengan baik,"Pangkalpinang (Antara Babel) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Effendi mengatakan, saat ini keterlibatan pemuda dalam membangun daerah mulai merosot karena mereka sudah terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran egoisme.
"Saat ini, rasa nasionalisme pemuda mulai luntur tidak seperti pemuda dulu yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sehingga persatuan dan kesatuan pemuda terjaga dengan baik," katanya di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengajak pemuda untuk membangkitkan semangat agar tercipta rasa satu kesatuan bangsa, negara dan tanah air sehingga mereka dapat berperan aktif dan ikut serta dalam pembangunan tanah air ini.
"Untuk membangun bangsa ini pemerintah saja tidak cukup, diperlukan dukungan dari pemuda yang mempunyai kompetensi, integritas serta dedikasi yang tinggi dan memberikan ide-ide yang cemerlang dalam memajukan tanah air ini," ujarnya.
Menurut dia, saat ini, persatuan antarpamuda sudah terpisah-pisah sehingga diharapkan dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) seluruh pemuda kembali bersatu dan menata pembangunan dalam kebersamaan.
"Kita sama-sama memahami bagaimana kondisi perekonomian saat ini yang belum merata secara keseluruhan sehingga memang diperlukan dukungan dari semua komponen terutama pemuda sebagai garda terdepan untuk memberikan sumbangsih sehingga menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kita semua," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, dengan kekuatan para pemuda yang diayomi KNPI semoga dapat membangun putra putri daerah untuk ikut serta dan berperan aktif dalam mengawasi pembangunan yang sedang berjalan.
"Untuk membangkitkan kembali semangat pemuda dibutuhkan suatu wadah yang bisa menyatukan mereka dan KNPI adalah garda terdepan yang merupakan induk organisasi pemuda Indonesia," ujarnya.
Editor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.