"It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani
Pangkalpinang (Antara Babel) - Indeks harga yang diterima petani (It) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada Oktober 2014 turun sebesar 0,10 persen dibanding September 2014 dari 115,23 menjadi 115,12.

"It merupakan indikator yang menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani dan terdapat lima subsektor komoditas hasil pertanian yang dicatat perkembangan harganya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, penurunan It pada Oktober 2014 terjadi di subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,58 persen, subsektor peternakan 0,72 persen dan subsektor perikanan sebesar 1,14 persen.

Sedangkan subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,90 persen dan subsektor hortikultura juga naik sebesar 1,66 persen.

Sementara itu, kata dia, indeks harga yang dibayar petani (Ib) pada Oktober 2014 naik sebesar 0,02 persen dibanding September 2014 dari 111,29 menjadi 111,31.

"Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat pedesaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan Ib terjadi di beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,07 persen, subsektor hortikultura 0,04 persen dan subsektor peternakan 0,11 persen.

Sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,01 persen dan subsektor juga turun perikanan 0,02 persen.

Sementara itu, nilai tukar petani (NTP) pada Oktober 2014 tercatat sebesar 103,42 atau mengalami penurunan 0,12 persen dibanding sebelumnya yang mencapai 103,54.

NTP diperoleh dari perbandingan It terhadap Ib yang merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan daya beli petani, jelas Herum Fajarwati.

Pewarta: Oleh Mulki
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026