"Kami sedang melakukan penyidikan, namun pastinya senjata laras pendek yang digunakan Ag dan kemudian mengenai warga itu sama sekali bukan tindakan yang disengaja,"Sungailiat (Antara Babel) - Kepolisian Resor Bangka, Provinsi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyidikan terhadap kasus salah tembak seorang oknum polisi dari Kepolisian Sektor Belinyu berinisial Ag yang tanpa sengaja mengenai seorang warga.
"Kami sedang melakukan penyidikan, namun pastinya senjata laras pendek yang digunakan Ag dan kemudian mengenai warga itu sama sekali bukan tindakan yang disengaja," kata Kapolres Bangka AKBP I Bagus Rai di Sungailiat, Senin.
Dia mengatakan, kejadian itu bermula pada saat personel polisi itu hendak membubarkan aksi balapan liar di salah jalan di Kecamatan Belinyu karena dianggap telah menganggu ketertiban umum.
"Pesonel polisi itu sendirian membubarkan aksi balapan liar itu. Saat itu mereka (para pebalap liar) sempat membubarkan diri, namun ketika Ag beranjak pergi balapan liar itu berlangsung lagi," katanya.
Pada saat ingin kembali membubarkan untuk kedua kalinya dengan cara memberi tembakan peringatan ke udara, tiba-tiba senjatanya meletus saat dikeluarkan dari sarungnya dan mengenai dada salah seorang warga bernama Yudi Pernando (34) yang pada saat kejadian sedang dibonceng temannya.
Menurut Kapolres, kejadian itu menjadi pengalaman berharga agar pihaknya lebih mengedepankan kehati-hatian dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
"Personel polisi juga manusia yang memiliki keterbatasan dan bisa khilaf. Saya menyampaikan maaf kepada keluarga korban atas ketidaksengajaan personel kami dalam menjalankan tugasnya. Kami berjanji akan sidik kasus ini sampai tuntas," katanya.
Dia juga menyarankan kepada pemuda yang melakukan aksi balapan liar agar tidak mengulangi kegiatan serupa, karena disamping menganggu ketertiban umum juga dapat membahayakan diri sendiri.
Pewarta: Oleh: KasmonoEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.