"Seluruh harta saya diperoleh secara sah dan bisa dipertanggungjawabkan, tidak ada niat saya untuk merekayasa apa yang saya miliki,"Jakarta (Antara Babel) - Calon Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Budi Gunawan menilai hartanya diperoleh secara sah dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Seluruh harta saya diperoleh secara sah dan bisa dipertanggungjawabkan, tidak ada niat saya untuk merekayasa apa yang saya miliki," kata Budi Gunawan di Ruang Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu.
Hal itu diungkapkan Budi saat uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Jakarta.
Dia menjelaskan telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara sebanyak dua kali, yaitu pada 2008 dan 2013 ke KPK sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggara negara.
Menurut dia, LHKPN yang dilaporkannya pada 19 Agustus 2008 ada beberapa barang dan benda yang surat kepemilikannya belum selesai.
"Surat kepemilikan belum selesai karena dari LHKPN ada mutasi, penambahan atau pengurangan aset," ujarnya.
Dia menjelaskan pada pelaporan LHKPN kedua, 3 Juni 2013, ada peningkatan harta kekayaan karena adanya Nilai Jual Objek Pajak yang meningkat dan beberapa barang telah dilengkapi surat kepemilikan.
Hal itu, menurut dia, menyebabkan nilai harta kekayaannya dalam LHKPN pada 2013 meningkat, namun dia tidak menjelaskan jumlah harta kekayaannya pada 2008 dan 2013.
"Maka nilai yang saya laporkan pada 2013 mengalami peningkatan. Di samping itu, saya juga melaporkan LHKPN yang 2008 belum sempat dicantumkan karena masih dalam proses kelengkapan dan pada LHKPN 2013 sudah bisa dimasukan atas perubahan sebelumnya," katanya.
Dia mencontohkan tanah di Gadog, Bogor, Jawa Barat, pada 2005 senilai Rp300 juta dan meningkat pada saat ini, yaitu Rp2,3 miliar.
Selain itu, menurut dia, rumah susun yang dimilikinya pada 2004 senilai Rp508 juta, namun meningkat menjadi Rp2,5 miliar.
Pewarta: Imam BudilaksonoEditor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.