"Stok gula pasir cukup untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mencatat stok gula pasir di gudang distributor mencapai 390 ton dan mencukupi kebutuhan warga.

"Stok gula pasir cukup untuk memenuhi konsumsi warga karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Rabu.

Sebanyak 390 ton stok gula pasir tersebut tersebar di gudang PT Bina Purnama sebanyak 10 ton, Globus Internusa (Belitung) 120 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 40 ton, UD Mawar 120 ton dan Akon 40 ton dan CV Bangka Putra Persada sebanyak 60 ton.

"Diperkirakan stok gula pasir ini cukup untuk dua bulan ke depan sehingga dapat memenuhi permintaan warga yang masih stabil," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini permintaan gula pasir masih normal dan harga masih relatif stabil Rp12 ribu per kilogram.

"Saat ini tidak ada pengaruh penurunan harga bahan bakar minyak terhadap harga komoditas tersebut," ujarnya.

Menurut dia, permintaan gula pasir masih didominasi oleh usaha rumah tangga kecil dan menengah, seperti usaha kue kering dan makanan ringan manis lainnya.

"Biasanya permintaan meningkat menjelang Lebaran Idul Fitri dan Adha atau hari besar keagamaan lainnya. Mudah-mudahan dengan ketersediaan stok yang mencukupi ini, harga gula pasir ini akan terus stabil," ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau pengusaha terus meningkatkan stok sebagai antisipasi dini kenaikan harga yang akan memberatkan ekonomi warga.

"Hingga saat ini kebutuhan gula pasir warga masih mengandalkan pasokan dari luar karena belum adanya pabrik gula pasir di Bangka Belitung, sehingga apabila stok kurang maka akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga," ujarnya.


Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026