Pangkalpinang, 12/2 (Antara) - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  mengingatkan masyarakat di wilayah itu masih harus mewaspadai bahaya petir saat musim hujan.

"Potensi terjadinya petir yang berskala besar cukup besar di daerah kita mengingat kondisi tanah yang mengandung materi logam sebagai penghantar listrik," kata Ketua Tagana sekaligus Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana Dinkessos Babel Aswin di Pangkalpinang, Selasa.

Aswin menjelaskan, daerah yang harus diwaspadai saat terjadi hujan petir adalah kawasan lahan kelapa sawit baru.

"Lahan kelapa sawit yang baru dibuka berpotensi sebagai lokasi terjadinya banyak petir karena akar sawit mengandung elektromagnet karena daerah kita adalah daerah tambang," katanya.

Selain itu, pohon buah kelapa sawit yang masih rendah dinilai belum mampu menangkal petir sehingga membahayakan bagi manusia yang berada di sekitar kebun.

Beberapa titik yang patut diwaspadai adalah lokasi-lokasi penambangan, daerah Jembatan 12 hingga ke daerah Perumahan Timah di Pangkalpinang.

"Kejadian tersambar listrik di kita cukup banyak meski kami tidak ada datanya tapi setiap bulan hujan pasti ada yang terkena," ujar dia.

Selain bahaya sambaran petir, masyarakat juga diimbau waspada pada bahaya longsor dan banjir rob.

"Tanah longsor terutama terjadi di daerah penambangan, kalau tidak hati-hati, tanah tambang bisa longsor karena tergerus air hujan," katanya.

Sementara itu, untuk bencana banjir rob, Aswin mengingatkan dua daerah paling potensial terkena banjir adalah Kampung Bintang dan daerah Pangkal Balam.



Editor : Ida

COPYRIGHT © ANTARA 2026