"Kami minta program penataan rumah layak huni di Kurau Barat dan Timur dilakukan secara transparan,"
Koba (Antara Babel) - Ratusan orang yang tergabung dalam Laskar Anti Korupsi Indoesia (LAKI) Pejuang 45 mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, mengkritisi program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Kurau.

Sekretaris Jenderal DPP LAKI Pejuang 45 Hasby di Koba, Senin, mengatakan mereka mendatangi DPRD mewakili masyarakat Bangka Tengah, menyikapi keluhan warga terkait pembangunan RLH
    
"Kami minta program penataan rumah layak huni di Kurau Barat dan Timur dilakukan secara transparan," ujaranya.

Selain itu LAKI meminta program ini bisa meringankan beban masyarakat, bukan sebaliknya penataan perumahaan menimbulkan polemik.

"Warga mengeluhkan pembayaran angsuran kredit RLH di bank yang menurut mereka cukup memberatkan, maka kami hadir di sini untuk mencari solusinya," ujarnya.

Ia menyarankan, pembangunan RLH tersebut tidak memberatkan masyarakat atau dibangun secara gratis sehingga warga tidak keterikatan utang berupa kredit rumah di bank.

"Kalau Pemda punya dana kenapa harus melalui bank, gelontorkan untuk masyarakat dalam program RLH masyarakat benar-benar merasa terbantu," ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Bateng Algafry Rahman mengatakan, penataan rumah layak huni merupakan aspirasi dan harapan bersama.

"Ini harapan masyarakat dan pemerintah daerah, jangan beranggapan ada manipulasi dalam program ini," ujarnya.

Ia mengatakan, program pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dan khusus di Kurau pemerintah mencoba menata agar kawasan tersebut lebih rapi dan indah.

"Ini juga bagian dari upaya pemerintah untuk menggeliatkan pariwisata karena Kurau gerbang masuk ke Pulau Ketawai. Penataan di Kurau bagian upaya menjalankan program destinasi wisata," ujarnya.

Para pengunjuk rasa dikawal ratusan personel dari Polres Bangka Tengah dan perwakilan dari pengunjuk rasa langsung diterima Ketua DPRD Bateng Algafry Rahman serta sejumlah anggota legislator lainnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026