"Dahulu banyak petani yang rela menebang batang ladanya karena harga lada anjlok dan lahan malah ditambang untuk diambil bijih timahnya, karena timah dinilai lebih menjanjikan,"
Muntok (Antara Babel) - Bupati Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Zuhri M Syazali, meminta petani di daerah itu tidak menebang pohon karet meskipun belum ada kepastian harga jual getah akan membaik sampai beberapa bulan ke depan.

"Meskipun dalam beberapa bulan terkahir harga getah berada di titik terendah yaitu di kisaran Rp3.000 per kilogram, namun kami berharap mereka tidak menebang batang karet produktif dan menggantinya dengan pohon jenis lain," kata Bupati Zuhri di Muntok, Minggu.

Ia mengatakan, selama ini kebiasaan petani setempat dengan gonta ganti tanaman dinilai tidak ekonomis dan hanya akan merugikan petani itu sendiri.

"Dahulu banyak petani yang rela menebang batang ladanya karena harga lada anjlok dan lahan malah ditambang untuk diambil bijih timahnya, karena timah dinilai lebih menjanjikan," katanya.

Ternyata setelah beberapa tahun berjalan harga lada kembali stabil tinggi dan masyarakat mulai ramai-ramai menanam lada.

Ia mengatakan, gonta ganti tanaman dengan menyesuaikan harga pasar seperti itu dinilai tidak menguntungkan dan akan lebih baik jika petani betul-betul menekuni profesi yang digeluti.

"Kami berharap para pemilik batang karet tidak putus asa dan langsung mengganti tanaman dengan tanaman lain karena kami yakin terpuruknya harga getah karet suatu saat akan berkahir," katanya.

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu Gubernur Sumatera Selatan berjanji untuk segera membangun pabrik pengolahan karet di kawasan industri Kabupaten Banyuasin.

"Rencana tersebut merupakan peluang bagi petani karet Bangka Barat karena lokasi itu jaraknya dekat dengan Muntok yaitu sekitar tiga jam penyeberangan kapal feri," kata dia.

Petani karet akan untung dengan adanya rencana tersebut karena diyakininya harga getah di pabrik tersebut akan lebih tinggi dari harga pengepul karet yang biasa beroperasi di daerah itu, katanya.

"Kami berharap petani karet tidak putus asa, rencana pembangunan pabrik di Sumsel tersebut merupakan peluang yang bisa diambil, kami berharap ke depan petani membuat koperasi atau bentuk wadah lain untuk memberi jaminan dan memudahkan rantai pemasaran getah karet produksi petani lokal," kata dia.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026