Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berhasil mengembangkan budi daya bawah merah dengan memanfaatkan lahan bekas kantor bupati.

Bupati Bangka, Mulkan di Sungailiat Jumat, mengatakan keberhasilan mengembangkan budi daya bawang merah membuktikan tanah di daerah itu dengan kandungan unsur hara di dalamnya cocok untuk bawang merah.

"Keberhasilan ini pula dapat menjadi motivasi masyarakat umum lainnya melakukan hal serupa, meskipun sebelumnya beranggapan tanaman bawang merah dan sejenisnya hanya cocok di tanah di Pulau Jawa," katanya.

Dengan banyaknya pengembangan budi daya bawang merah oleh masyarakat, kata bupati, dapat membantu meringankan ketergantungan pasokan bawang merah dari Jawa serta dapat menekan harga eceran di tingkat pedagang.

"Minimal bawah merah yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dapat dipenuhi sendiri karena masa tanam yang relatif singkat sehingga dapat dilakukan penanaman beberapa kali selama satu tahun," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Elius Gani mengatakan meskipun kedalaman unsur hara tanah di Bangka hanya 20 sentimeter dari atas tanah, namun tetap bagus hasil panen bawang merah.

"Dari satu umbi bawang merah yang kita tanam berhasil berkembang biak enam sampai tujuh umbi dengan kemampuan produksi panen 500 sampai 600 kilogram per setengah hektare," jelasnya.

Hanya saja, kata dia, pada musim penghujan tanaman bawang merah dapat terkena serangan jamur dan harus dilakukan penyemprotan fungisida secara teratur.

Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026