"Sekitar 11 dari 21 kilometer jalan aspal yang dibangun sekitar 2009 tersebut rusak parah, sehingga akses jalan utama di dua desa tersebut sulit dilalui kendaraan roda empat dan roda dua,"
Toboali, Bangka Selatan, 19/2 (Antara Babel) - Jalan aspal di Desa Tanjung Sangkar dan Kumbung Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, rusak parah karena kurangnya perawatan dari pemerintah daerah.

"Kami mengharapkan pemerintah daerah memperbaiki jalan rusak tersebut karena rawan kecelakaan dan mengancam jiwa," kata Ketua Pemuda Desa Penutuk Pulau Lepar Obi Ardi, di Toboali, Selasa.

Ia menjelaskan, sekitar 11  dari 21 kilometer jalan aspal yang dibangun sekitar 2009 tersebut rusak parah, sehingga akses jalan utama di dua desa tersebut sulit dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.

"Jalan sudah dipenuhi lubang karena aspal dan batu cor jalan sudah terlepas, sehingga jalan tersebut licin dan sulit dilalui kendaraan, apalagi saat musim hujan," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini sudah banyak warga yang mengalami kecelakaan karena kondisi jalan  buruk dan masyarakat yang berprofesi nelayan beralih menggunakan kapal laut untuk menghindari kecelakaan di jalan tersebut.

Pulau Lepar terdiri atas empat desa yaitu Desa Penutuk, Tanjung Sangkar, Kumbung dan Desa Tanjung Labu.

"Pada tahun lalu, memang ada peningkatan kualitas jalan dari jalan 'lapen' (batu kerikil) ke jalan hotmix (aspal) sepanjang 4 kilometer di Desa Tanjung Labu, dan 800 meter di Desa Tanjung Sangkar. Diharapkan tahun ini  pemerintah  melanjutkan dan memperbaiki jalan di Desa Tangjung Sangkar dan Kumbung agar masyarakat lebih aman dan nyaman menggunakan jalan tersebut," ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah  segera memperbaiki jalan tersebut sehingga masyarakat mudah memasarkan hasil perkebunan, pertanian dan perikanan ke daerah lain.

Kabupaten Bangka Selatan memiliki 59 pulau kecil, enam di antaranya ada penduduknya yaitu Pulau Lepar, Tinggi, Kelapan, Panjang, Celagen dan Pulau Pongok. Profesi penduduk di pulau tersebut adalah nelayan dan petani.

"Potensi sumber daya alam di 59 pulau kecil sangat besar, namun belum  dikelola dengan baik karena masih rendahnya sumber daya manusia," katanya.



Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026