"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha selalu mendatangkan pasokan secara kontinu,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di gudang distributor di Provinsi Bangka Belitung tercatat mencapai 2.792 ton dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah itu karena pasokan lancar.
"Diperkirakan stok beras di gudang distributor ini akan terus bertambah karena pengusaha selalu mendatangkan pasokan secara kontinu," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, sebanyak 2.792 ton beras tersebut tersebar di gudang distributor PT Bina Purnama Bersama sebanyak 100 ton, PT Bangka Alam Sejahtera 300 ton, PT Cahaya Abadi 30 ton, Akon 150 ton, Bulog 1.472 ton, dan di Toko Hartono 35 ton.
Selanjutnya di gudang distributor Kim Nyuk 45 ton, UD Mawar Jaya (Belitung) 250 ton, CV As 60 ton dan PT Globus Internusa (Belitung) 350 ton beras.
"Stok beras masih aman dan harga bertahan Rp12.000 per kilogram. Permintaan saat ini mulai melemah karena perekonomian turun karena mata pencarian warga yang didapat dari hasil penambangan bijih timah sudah mulai berkurang seiring gencarnya aparat penegak hukum melakukan razia," ujarnya.
Menurut dia, harga kebutuhan pokok itu dipengaruhi banyaknya permintaan dan lancarnya pasokan, sementara untuk memenuhi kebutuhan konsumen pelaku usaha terus mendatangkan pasokan dari luar daerah agar dapat mencukupi permintaan.
"Pasokan dari luar daerah seperti Jawa, Palembang, Medan dan lainnya saat ini lancar, dimana pelaku usaha mendatangkan komoditas dari darah luar karena pasokan lokal masih minim," katanya.
Ia mengatakan, bagi pedagang yang kedapatan melakukan praktik penimbunan barang akan dikenakan sanksi tegas sesuai undang-undang yang berlaku.
"Sanksi tersebut bisa saja berupa pencabutan hak dagang dan dikenakan denda atau sanksi lain yang dapat membuat para pelaku usaha jera," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.