Satu skandal yang telah memicu penarikan kembali makanan siap saji merusak kepercayaan terhadap industri makanan Eropa yang luas dan kompleks, meletus bulan lalu ketika pengujian yang dilakukan di Irlandia mengungkapkan bahwa beberapa produk daging sapi juga mengandung daging kuda.
Satu penyelidikan telah mengidentifikasi perusahaan pengolahan daging Prancis kemungkinan sebagai pelakunya dalam keributan yang telah melibatkan para pedagang dan penjagal dari Siprus ke Rumania.
Wakil Menteri Pertanian Achim Irimescu dikutip oleh kantor berita negara Agerpres mengatakan, dokter hewan dan otoritas kesehatan hewan telah melacak setumpuk 100 kilogran (220 lb) daging kuda "dilabel sebagai daging sapi palsu oleh seorang pedagang di Bucharest".
"Kami mengambil semua langkah yang diperlukan dan memutuskan untuk memperluas kegiatan pengawasan di perusahaan lain," kata Irimescu, yang tidak menyebut nama gudang daging kuda itu menambahkan.
Para pengawas hewan ANSVSA mengatakan daging itu mungkin masuk ke toko-toko atau pusat perbelanjaan dan satu penyelidian kemudian sedang dilakukan.
Kementerian pertanian tidak segera bersedia untuk berkomentar.
Pemerintah-pemerintah Uni Eropa menyetujui program Uni Eropa untuk melakukan tes DNA pada produk-produk daging sapi guna menilai skala skandal makanan yang melibatkan daging kuda dilabel sebagai daging sapi itu, kata eksekutif kelompok itu pada pekan lalu. Pemerintah Inggris dan Uni Eropa telah menyerukan pertemuan tingkat tinggi untuk menyelidiki skandal itu, dan akan menjadi agenda pertemuan para menteri pertanian Uni Eropa pada 25 Februari.
Editor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.