"Diperkirakan stok beras di 10 distributor sembako akan terus bertambah, karena pasokan beras dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di sejumlah distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mencapai 2.989 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tiga bulan ke depan.

"Diperkirakan stok beras di 10 distributor sembako akan terus bertambah, karena pasokan beras dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto di Pangkalpinang, Jumat.

Ia menjelaskan, stok dan pasokan beras yang berlimpah ini, berdampak langsung terhadap harga beras yang mengalami penurunan.

Misalnya, harga beras merek TR dan RM turun menjadi Rp11 ribu dari harga sebelumnya Rp11.500 per kilogram, beras merek 118 dan AAA masih bertahan Rp11 ribu per kilogram.

"Saat ini, kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) belum mempengaruhi harga beras, karena petani di sejumlah daerah sentra produksi sedang melakukan panen raya," ujarnya.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, pihaknya masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah karena hasil panen padi petani lokal yang kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.

"Saat ini, sekitar 12 persen berasal dari hasil panen padi petani lokal dan 88 persen beras berasal dari luar daerah," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, diimbau distributor dan pedagang sembako untuk terus meningkatkan pasokan beras, untuk menekan kenaikkan harga beras di masyarakat.

"Kami berharap distributor terus menambah pasokan, agar ketersediaan beras masyarakat selalu mencukupi, apalagi bulan depan sudah memasuki puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan permintaan beras dan kebutuhan lainnya meningkat," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026