"Sejumlah kawasan di wilayah provinsi ini sudah mulai rusak akibat aktivitas penambangan bijih timah, dan sebagian bahkan sudah berdampak terhadap kehidupan masyarakat,"
Sungailiat (Antara Babel) - Jajaran TNI AL bekerja sama dengan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) melakukan kegiatan penanaman 2.000 pohon bakau di kawasan Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung guna melestarikan lingkungan agar tetap hijau.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bangka Belitung Kolonel Laut (P) Hendra Kesuma di Sungailiat, Jumat, mengatakan, kegiatan bakti sosial itu merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan agar tetap tertata dengan baik dan hijau.

"Sejumlah kawasan di wilayah provinsi ini sudah mulai rusak akibat aktivitas penambangan bijih timah, dan sebagian bahkan sudah berdampak terhadap kehidupan masyarakat," katanya.

Dampak yang dirasakan masyarakat di antaranya sebelumnya para petani dengan mudah mendapatkan air untuk irigasi persawahan kini justru harus menyalurkan air dari tempat yang cukup jauh ke sawah-sawah mereka.

"Kita melaksanakan kegiatan penanaman pohon jangan cari momen karena tanda kerusakan alam yang berefek langsung sudah sangat terasa," ujarnya menambahkan.

Dia menyebutkan, perkebunan sawit dimana satu pohon sawit menyerap air sebanyak 20 liter per hari dan banyaknya penambangan timah ikut memperparah kerusakan lingkungan di sejumlah tempat di Provinsi Bangka Belitung.

"Perbaikan lingkungan tidak hanya bisa dikerjakan satu instansi tapi harus bersatu padu oleh semua pihak," katanya.

Pihaknya siap membantu melakukan penanaman pohon jika pemerintah maupun swasta perlu bantuan. "Satu pohon yang ditanam hari ini akan dirasakan manfaatkan selama bertahun-tahun," ujarnya.

Pewarta: Kasmono
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026