"Saya minta kepada seluruh masyarakat agar memberikan informasi yang sesungguhnya kepada petugas KBPP agar data yang dirangkum sesuai dengan kenyataan,"Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmizi Saat meminta seluruh masyarakat di daerahnya agar memberikan data dan informasi keluarga yang valid kepada petugas pendataan penduduk dari Kantor Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP).
"Saya minta kepada seluruh masyarakat agar memberikan informasi yang sesungguhnya kepada petugas KBPP agar data yang dirangkum sesuai dengan kenyataan," katanya di Sungailiat, Selasa, menyikapi kegiatan pendataan masyarakat oleh BKPP yang akan berlangsung hingga akhir Mei 2015.
Menurut bupati, data yang diberikan masyarakat sangat diperlukan karena akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan tahun berikutnya.
"Penyampaian informasi harus objektif sehingga bisa dipertanggungjawabkan untuk melihat tentang KB dan mengetahui kondisi rumah termasuk akses kesehatan dan kesejahteraan keluarga," kata bupati.
Sementara Kepala KBPP Kabupaten Bangka, Sutrisno mengatakan kegiatan pendataan warga dilakukan setiap tahun untuk mendapatkan database KB menurut tahapan keluarga sejahtera dan database anggota keluarga di setiap tingkatan wilayah.
"Pendataan keluarga ini dilakukan petugas untuk mengisi form tentang biodata keluarga, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, pekerjaan, anak, dan kegiatan lainnya. Pendataan keluarga wajib dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009," katanya.
Menurut dia, meski setiap tahun ada pemutakhiran data, tetapi pendataan keluarga oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilaksanakan secara serentak setiap lima tahun pada bulan Mei.
"Saya berharap bagi warga yang didatangi petugas agar memberikan data sebenar-benarnya tanpa ada rekayasa maupun yang lain, melainkan harus akurat," katanya.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.