"Cakupan sensus pertanian meliputi usaha padi palawija, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan yang saat ini, masih banyak permasalahan mendasar pada sektor pertanian yang harus dibenahi pemerintah,"
 Pangkalpinang, 2/4 (Antara) - Badan Pusat Statistik Provinsi Bangka Belitung (Babel) berencana mengerahkan 1.212 petugas sensus pertanian untuk mengumpulkan data statistik pertanian pada awal Mei 2013.

"Untuk mendapatkan data statistik terkini yang lengkap dan akurat, saat ini, kami sedang melatih petugas sensus pertanian yang tersebar di kabupaten/kota se-Babel," ujar Kepala BPS Babel Teguh Pramono di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa tim instruktur sedang melatih 240 petugas sensus pertanian di Kabupaten Bangka Selatan dan pelatihan ini akan dilanjutkan kepada petugas di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan Kota Pangkalpinang.

"Petugas sensus pertanian di masing-masing kabupaten/kota akan mendapatkan pelatihan selama tiga hari dan ditargetkan pelatihan ini selesai akhir bulan ini dan 1 hingga 7 Mei petugas sudah mulai mencacah hasil pertanian dan perkebunan petani," ujarnya.

Ia mengatakan, materi pelatihan yang diberikan kepada petugas yaitu alat untuk mendata pertanian, pemahaman petugas tentang batasan-batasan pertanian misalnya, rumah tangga tani, usaha tani, sistem bagi hasil, buruh tani sehingga dengan kesamaan materi ini akan memudah petugas menyusun hasil pendataan.

"Cakupan sensus pertanian meliputi usaha padi palawija, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan yang saat ini, masih banyak permasalahan mendasar pada sektor pertanian yang harus dibenahi pemerintah," ujarnya.

Menurut dia, pelatihan ini sangat penting, jika petugas tidak paham bagaimana mengunakan aturan, berwawancara dan bagaimana batasan-batasan dari maksud pertanyaan petugas kepada petani maka data yang diperoleh akan kacau balau dan tidak akurat.

"Kami sangat berharap petugas betul-betul mempelajari apa yang diajarkan instruktur karena dengan memahami apa yang diajarkan selama pelatihan justru mempermudah petugas di lapangan dan hasil pendataan yang diperoleh lebih akurat dan terpecaya," ujarnya.

Ia mengatakan sensus pertanian untuk mendapatkan data statistik pertanian terkini yang lengkap dan akurat sebagai gambaran kondisi pertanian dan data ini bisa digunakan untuk pengambilan kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani," ujarnya.

"Untuk mendapatkan berbagai informasi tentang jumlah usaha pertanian, rumah tangga petani, komoditas pertanian serta distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas yang akurat diperlukan kecerdasan petugas mendata hasil pertanian," ujarnya.


Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026