"Zaili ditemukan para nelayan lainnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa, jasadnya sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarganya,"
Koba (Antara Babel) - Jasad Zaili (55), seorang nelayan Desa Perlang, Bangka Tengah, Bangka Belitung, ditemukan mengapung tidak jauh dari perahu dayungnya yang terbalik dihantam gelombang tinggi.

Kepala Desa Perlang, Yuhaizir, di Koba, Rabu, mengatakan, Zaili dinyatakan hilang saat melaut pada Selasa (30/6) pagi dan Rabu (1/7) sore berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal mengapung tidak jauh dari perahu dayung yang digunakan korban untuk melaut.

"Zaili ditemukan para nelayan lainnya dalam kondisi sudah tidak bernyawa, jasadnya sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarganya," katanya.

Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh Sali, seorang nelayan Desa Perlang setelah melakukan pencarian di sejumlah titik bersama nelayan yang lain.

"Sali menemukan korban tidak jauh dari perahunya, mengapung dan mengeras dalam posisi tengkurap," ujarnya.

Ia mengatakan, Zaili turun melaut pada Selasa (30/6) usai shalat subuh dan biasanya sudah kembali ke rumah sebelum sore.

"Namun sampai malam korban belum naik ke darat, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga. Pencarian Zaili sempat melibatkan pihak kepolisian dan Tim SAR dari Kesbangpol Bangka Tengah yang dibantu nelayan setempat," ujarnya.

Zaili dinyatakan hilang di laut setelah sejumlah nelayan melihat perahunya terbalik yang berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai.

"Zaili memang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan pukat dengan menggunakan perahu kecil, namun naas nasib bapak tiga anak itu perahunya terbalik dihantam gelombang," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026