"Stok beras cukup karena pasokan dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera masih lancar,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Stok beras di gudang distributor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 2.245 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.

"Stok beras cukup karena pasokan dari daerah sentra produksi beras di Pulau Jawa dan Sumatera masih lancar," kata Kasi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Babel, Marhoto, di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan 2.245 ton stok beras tersebar di 10 distributor di kabupaten/kota dengan rincian stok beras di gudang PT. Bina Purnama Bersama 300 ton, Bangka Alam Sejahtera 300 ton, Akon 150 ton, Bulog 963 ton.

Selanjutnya, stok beras di gudang beras toko Hartono 15 ton, toko Kim Nyuk 15 ton, UD Mayar Jaya Belitung 200 ton, CV AS 12 ton, PT Globus Internusa Belitung 250 ton dan stok beras PT Cahaya Abadi 40 ton.

"Meski stok beras mencukupi, namun harga beras mengalami kenaikan Rp500 per kilogram, karena harga beras di daerah asal sudah naik sebagai dampak musim kemarau," ujarnya.

Misalnya harga beras merek 118 naik menjadi Rp11 ribu dari Rp10.500 per kilogram, merek RM dan TR naik menjadi Rp11.500 dari harga sebelumnya Rp11 ribu per kilogram.

"Diperkirakan harga beras akan terus mengalami kenaikan, apabila hasil panen padi di Pulau Jawa dan Sumatera mengalami penurunan selama musim kemarau ini," ujarnya.

Namun demikian, ia berharap pedagang tidak terlalu menaikkan harga tinggi, karena akan memberatkan perekonomian masyarakat kurang mampu.

"Kami berharap pedagang tidak memanfaatkan isu-isu gagal panen  untuk menaikkan harga beras," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026