"Jujur saja, masyarakat belum mampu bersaing di pasar bebas MEA yang akan diberlakukan Januari 2016, jadi perlu dilakukan pelatihan dan peningkatan SDM masyarakat,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya menyatakan, masyarakat belum siap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena sumber daya manusia yang masih kurang.
"Jujur saja, masyarakat belum mampu bersaing di pasar bebas MEA yang akan diberlakukan Januari 2016, jadi perlu dilakukan pelatihan dan peningkatan SDM masyarakat," kata Didit Srigusjaya di Pangkalpinang, Rabu.
Menurut dia, SDM masyarakat masih rendah karena masih minimnya pelatihan kerja masyarakat dalam menguasai teknologi.
"Kalau kita lihat sendiri, masyarakat belum siap bersaing khususnya bidang telekomunikasi dan teknologi belum siap," ujarnya.
Sementara itu, kata dia, SDM masyarakat dibidang pertanian, perkebunan, pertenakan dan perikanan sudah memadai dan siap bersaing.
"Saat ini yang dibutuhkan masyarakat pelatihan kerja, bukan seminar-seminar ketenagakerjaan," ujarnya.
Ia mengatakan, selama ini Dinas Ketenagakerjaan lebih banyak mengelar seminar ketenagakerjaan, sehingga tidak menambah keterampilan dan keahlian pencari kerja.
"Pencari kerja tentu akan bingung menghadapi persaingan dunia kerja karena mereka hanya memiliki sertifikat dari seminar-seminar tersebut," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diharapkan Dinas Ketenagakerjaan untuk lebih mengoptimalkan pelatihan kerja masyarakat, agar mereka siap menghadapi persaingan dunia pasar bebas MEA nanti.
"Saya rasa pemerintah belum terlambat untuk meningkatkan SDM masyarakat dalam menghadapi MEA, karena masih ada waktu untuk meningkatkan keahlian pencari kerja dalam menguasai teknologi ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.