"Kita bersama KPID dan pemerintah kabupaten/kota menggencarkan sosialisasi dan mendorong masyarakat untuk beralih ke TV digital," kata Kepala Diskominfo Provinsi Kepulauan Babel Sudarman di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan kolaborasi dengan KPID dan Diskominfo kabupaten/kota dalam menyosialisasikan dan edukasi migrasi TV analog ke digital ini, agar masyarakat lebih siap dengan peralihan siaran televisi tersebut.
"Kunci sukses migrasi ke siaran TV digital adalah pada sosialisasi kepada masyarakat dan ditargetkan April tahun ini peralihan TV analog ke digital ini sudah berjalan," ujarnya.
Menurut dia migrasi siaran televisi analog menuju digital merupakan suatu keharusan guna mewujudkan transformasi digital dalam ruang lingkup tata kelola penyiaran di Indonesia.
"Masyarakat akan mendapatkan siaran berkualitas dibandingkan siaran TV analog, dan kualitas tayangan yang bersih dikarenakan sudah tidak menggunakan sinyal UHF," katanya.
Sementara itu, dari sisi kuantitas tayangan, siaran TV digital lebih beragam, dan jangkauannya penyiaran bisa lebih luas dan masyarakat tetap mengakses siaran TV secara gratis.
"Kami juga akan memperkuat diskominfo dengan menghadirkan SDM yang berkualitas yang paham dinamika digitalisasi media," katanya.
Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Kemkominfo Hasyim Gautama memastikan analog switch off (ASO) pada April 2022 sudah dapat dilangsungkan. Eksekusi tersebut diikuti dengan persiapan piranti set top box (STB) yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia yang tergolong tidak mampu.
"Penyediaan STB oleh pemerintah adalah upaya mendukung migrasi dari TV analog ke TV digital pada tahun ini," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.