"Untuk pariwisata alam di Pangkalpinang saat ini ada dua potensi yang bisa dijadikan sebagai sektor unggulan yakni Pantai Pasir Padi dan Hutan Larangan Tua Tunu,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Depati MA Ghandi menilai potensi wisata alam di kota itu cukup besar jika dibenahi dan dikelola dengan baik.
"Untuk pariwisata alam di Pangkalpinang saat ini ada dua potensi yang bisa dijadikan sebagai sektor unggulan yakni Pantai Pasir Padi dan Hutan Larangan Tua Tunu," katanya di Pangkalpinang, Selasa.
Ia mengatakan, dua potensi itu sebenarnya bisa menarik wisatawan yang cukup banyak, contohnya Pantai Pasir Padi yang memiliki keunggulan dengan hamparan pasir pantai yang putih dan padat.
"Bisa kita lihat selama ini, Pantai Pasir Padi sering dijadikan sebagai tempat mengadakan lomba balap motor karena pasir di pantai itu sangat padat. Dari ajang-ajang seperti itulah yang harus dimanfaatkan," katanya.
Menurut dia, keunggulan hamparan pasir putih dan padat itu jarang ditemukan di pantai daerah lain di Indonesia. Sedangkan yang menjadi kekurangan dari pantai ini hanyalah anginnya yang cukup kencang.
"Kekurangan Pantai Pasir Padi hanya anginnya saja. Untuk itu kita hanya tinggal mencari cara bagaimana orang bisa santai di Pasir Padi dengan terus meningkatkan fasilitasnya," ujarnya.
Ia mengatakan, selain Pantai Pasir Padi potensi lain yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata alam adalah Hutan Larangan Tua Tunu.
"Pemerintah daerah tinggal melakukan kajian dan analisa, bisa tidaknya Hutan Larangan Tua Tunu dijadikan destinasi wisata alam seperti Hutan Pelawan di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah," katanya.
Pewarta: Try Mustika HardiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.