Hasil masakannya kali ini akan dicicipi oleh para diplomat bersama keluarganya yang berjumlah sekitar 200 orang.
Cipanas (Antara Babel) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama istrinya mendemonstrasikan keahliannya dalam membuat nasi goreng dengan resep rahasia ala SBY di hadapan para duta besar negara sahabat dalam acara 'diplomatic gathering' yang digelar di Istana Kepresidenan Cipanas, Sabtu.
Hasil masakannya kali ini akan dicicipi oleh para diplomat bersama keluarganya yang berjumlah sekitar 200 orang.
Presiden yang mengenakan baju batik lengan pendek warna merah mula-mula mempersiapkan bumbu-bumbu seperti bawang, cabai merah dan hijau, garam, telur, minyak goreng dan nasi. Tak lupa ia juga menyiapkan alat masak penggorengan di atas tungku arang.
Ani Yudhoyono yang mengenakan baju lengan pendek warna merah dan bercelemek dengan gesit menghancurkan bumbu-bumbu yang ada secara tradisional.
Tak selang berapa lama kemudian, bumbupun siap dan dimasukkan dalam penggorengan. Keduanyapun 'bergotong royong' mengolah bumbu dalam penggorengan.
Setelah harum bumbu tercium, nasipun dimasukkan. Tak hanya itu, Presiden juga memasukkan tiwul (makanan khas Jawa dari singkong).
Tak selang berapa lama, setelah diaduk dalam penggorengan di atas tungku arang yang menyala, nasipun segera siap. Para dubespun dipersilahkan mencicipi nasi goreng a la SBY.
Menurut Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, nasi goreng hasil masakan Presiden terasa lezat. "Memang enak sekali rasanya," katanya.
Namun sayang, sebelum sempat mencicipi para wartawanpun telah diminta kembali ke media centre.
Sementara itu, dalam acara 'diplomatic gathering' kali ini setidaknya 90 dubes negara sahabat dan perwakilan organisasi internasional hadir. Mereka hadir bersama dengan para keluarganya.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasihnya kepada para dubes yang telah hadir sekaligus Presiden Yudhoyono yang bersedia menjadi tuan rumah.
Ia menambahkan, acara ini diharapkan dapat mempererat rasa persaudaraan dan kemitraan antar negara sahabat.
Pewarta: M Arif IskandarUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.