Penemuan pada Agustus 2015 tercatat penderita ISPA sebanyak 156 orang atau bertambah dibanding sebelumnya pada Juli 2015 sebanyak 129 orang
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kota itu meningkat karena potensi pencemaran udara juga meningkat selama kemarau.

"Penemuan pada Agustus 2015 tercatat penderita ISPA sebanyak 156 orang atau bertambah dibanding sebelumnya pada Juli 2015 sebanyak 129 orang," kata staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang Try Endriyanto di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menjelaskan, pada Agustus 2015 penderita ISPA terbanyak terdapat di Puskesmas Gerunggang yaitu sebanyak 83 orang dengan rincian penderita laki-laki 44 dan perempuan 39 orang. Di Melintang 27 orang atau laki-laki 11 dan perempuan 16 orang.

Kemudian di Taman Sari 18 orang (laki-laki 9 dan perempuan 9), di Pangkalbalam 12 orang (laki-laki 8 dan perempuan 4), di Pasir Putih 8 orang laki-laki, di Kacang Pedang 4 orang laki-laki dan di Girimaya dua laki-laki serta di Air Itam 2 perempuan.

"Sepertinya belum banyak warga yang menggunakan masker ketika ingin bepergian padahal itu sangat membantu sebagai antisipasi penularan penyakit ISPA khususnya bagi pengendara roda dua," katanya.

Ia mengatakan, jika keluarga atau kerabat dekat merasa kurang nyaman dengan tenggorokannya maka hendaknya segera periksa ke puskesmas terdekat agar segera diberikan pengobatan sehingga penyakit itu tidak berlanjut.

"Jangan ditunda-tunda untuk mengobatinya karena akan berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak segera ditangani dan juga bisa menular kepada orang lain dan juga dapat menyerang seluruh sistem pernapasan tubuh," ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala terserang penyakit tersebut yaitu hidung tersumbat, paru-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit, merasa kelelahan dan tubuh merasa sakit.

"Jika terserang penyakit itu tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup karena infeksi yang terjadi dan kondisi tersebut bisa berakibat fatal," ujarnya.

Pewarta: Mulki
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026