Hewan kurban berpenyakit tersebut sudah dipotong dan tidak dipasarkan, untuk mencegah penularan kepada manusiaPangkalpinang (Antara Babel) - Balai Karantina Pertanian Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memotong sapi kurban terjangkit bovine viral diare untuk mencegah penularan.
"Hewan kurban berpenyakit tersebut sudah dipotong dan tidak dipasarkan, untuk mencegah penularan kepada manusia," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Pangkalpinang Yulianto Setiawan di Pangkalpinang, Senin.
Selama ini pihaknya hanya menemukan hewan kurban terjangkit bovine viral diare, sementara penyakit hewan lainnya seperti anthrax dan brucellosis tidak ditemukan.
Namun demikian, pihaknya terus mengoptimalkan pengawasan di sejumlah pintu masuk hewan ini, guna mencegah masuknya berbagai penyakit hewan berbahaya ke daerah ini.
Dalam tiga bulan terakhir, ribuan hewan kurban jenis sapi dan kambing dari Lampung, Madura, Bali, dan Lombok masuk ke Pangkalpinang.
Pada September tahun ini di Pelabuhan Pangkalbalam masuk 573 ekor sapi dan 546 ekor kambing, sementara di Pelabuhan Muntok 385 ekor sapi dan 1.666 ekor kambing.
Pada Agustus di Pelabuhan Pangkalbalam 1.420 ekor sapi dan 549 ekor kambing. Pelabuhan Muntok 814 ekor sapi dan 1.293 ekor kambing.
Sedangkan pemasukan hewan qurban pada Juli diPelabuhan Pangkalbalam 344 ekor sapi dan 22 ekor kambing, Pelabuhan Muntok 1.301 ekor sapi dan 368 ekor kambing.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.