"Penurunan pekerja pertambangan bijih timah ini karena lapangan pekerjaan dan lahan tambang semakin terbatas seiring pemerintah daerah memperketat izin usaha pertambangan di daerah itu," ujar Kepala BPS Babel, Teguh Pramono di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, pekerja yang bekerja sektor pertanian pada Februari 2013 sebanyak 167.917 orang turun dibanding Februari 2012 mencapai 176.872 orang.
"Pada tahun ini, pekerja sektor premier atau pertambangan dan pertanian ini turun karena warga lebih meminati bekerja di sektor sekunder dan tersier yang dinilai lebih menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka," ujarnya.
Ia mengatakan, pekerja sektor sekunder yaitu pekerja di industri pengolahan pada Februari 2013 mencapai 32.502 orang atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 29.561 orang, listrik, gas dan air mencapai 1.715 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 604 orang.
Selanjutnya, pekerja bangunan mencapai 31.630 orang atau mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya sebanyak 23.197 orang.
Menurut dia, struktur penduduk yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama selama periode Februari 2012 sampai dengan Februari 2013 menunjukkan pola perubahan yang sama dengan keadaan
sebelumnya atau terjadi perubahan persentase di setiap sektor.
"Sektor tersier yang terdiri dari sektor perdagangan, angkutan, keuangan dan jasa Perusahaan serta sektor jasa kemasyarakatan menjadi sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar dalam penyerapan tenaga kerja," ujarnya.
Ia mengatakan, penyerapan tenaga kerja terbesar terjadi pada sektor perdagangan, Hotel dan Restauran mengalami peningkatan dibanding Februari 2012 yaitu dari 21,3 persen pada Februari 2012 menjadi 27,0 persen pada Februari 2013.
Sementara itu, sektor primer pada Februari 2013 mengalami penurunan dibanding Februari 2012 dalam persentase penyerapan tenaga kerja yaitu sebesar 6,9 persen, sedangkan sektor sekunder menunjukkan kenaikan dibanding Februari 2012 yakni sebesar 1,4 persen," ujarnya.
Pewarta: Pewarta: AprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.