"Dalam upaya mengurangi kerusakan dokumen karena air hujan, pihaknya telah mendistribusikan tas plastik kepada masing-masing petugas pencacah di lapangan,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung (Babel), membagikan tas plastik kepada petugas sensus pertanian (ST2013), untuk mencegah dokumen rusak akibat air hujan.
"Masing-masing petugas dibekali tas plastik untuk melindungi dokumen dan mempercepat proses pendataan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di daerah itu," ujar Kabid Integrasi Pengelolaan dan Desiminasi Statistik (IPDS) BPS Babel, Agusman Simbolon di Pangkalpinang, Kamis.
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir curah hujan cukup tinggi sehingga petugas ST2013 sehingga memperlambat ruang gerak petugas untuk mewawancarai petani di perdesaanapabila hujan cukup lebat turun, petugas terpaksa menghentikan kegiatan pendataan dan mendatangi rumah petani untuk menghindari kerusakan pada dokumen sensus pertanian tersebut.
"Dalam upaya mengurangi kerusakan dokumen karena air hujan, pihaknya telah mendistribusikan tas plastik kepada masing-masing petugas pencacah di lapangan," ujarnya.
Ia mengatakan, data yang berhasil dikumpulkan petugas tersebut discaner dan hasil scan tersebut dikirim melalui jaringan internet, untuk mempercepat pengumpulan dan pengolahan data di kabupaten kota, data sementara tersebut dikirim ke provinsi dan untuk finalisasi data tersebut dikirim ke pusat.
"Apabila dokumen tersebut rusak karena air hujan dan lainnya tentu kertas dokumen tersebut tidak bisa discan, meskipun bisa hasilnya kabur atau tidak jelas," ujarnya.
Ia mengatakan, total petugas pencacah Sensus Pertanian 2013 Babel sebanyak 1.212 orang tersebar di kabupaten/kota dengan rincian petugas di Kabupaten Bangka sebanyak 304 orang, Belitung 168 orang, Bangka Barat 184 orang, Bangka Tengah 168 orang, Bangka Selatan 208 orang, Belitung Timur 108 orang dan Kota Pangkalpinang 72 orang petugas.
Petugas pencacah ini mendata masyarakat pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan yang ada di 368 desa pada 46 kecamatan se-Babel. Tim tersebut terbagi dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari satu orang koordinir tim (kortim) dan tiga orang pencacah lengkap (PCL).
"Kami berharap petugas tetap profesional dan mengepankan sikap berkerja keras, pantang menyerah, jujur dan bertanggungjawab, agar data yang diperoleh dapat dijadikan patokan peningkatan produksi pagan lokal dan kesejahteraan petani daerah itu," ujarnya.
Pewarta: pewarta: aprionisUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.