"Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu permodalan nelayan yang tergabung dalam kelompok dalam mengembangkan usahanya di sektor perikanan tangkap, baik sebagai nelayan maupun sebagai pedangan ikan,"
Sungailiat (Antara Babel) - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) sektor perikanan tangkap.


"Bantuan tersebut bertujuan untuk membantu permodalan nelayan yang tergabung dalam kelompok dalam mengembangkan usahanya di sektor perikanan tangkap, baik sebagai nelayan maupun sebagai pedangan ikan," kata Bupati Bangka Yusroni Yazid di Sungailiat, Kamis saat memperingati hari nelayan ke 64.


Nelayan yang mendapatkan bantuan tersebut kata dia, diharuskan membuat kelompok minimal terdiri 10 orang anggota dengan terlebih dahulu mendapat pengesahan dari instansi terkait.


"Saya akui belum semua kelompok nelayan mendapat bantuan permodalan langsung tersebut karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah," katanya.


Selain bantuan permodalan langsung bagi kelompok nelayan, pihaknya juga telah menyalurkan berbagai bantuan dalam bentuk kapal penangkapan, alat navigasi nelayan serta bantuan lain yang sudah disalurkan dengan prosedur sama.


"Saya mengharapkan agar bantuan pemerintah hendaknya dapat dipergunakan sebaik mungkin guna membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan," katanya.


Begitu pula halnya dengan kondisi kelestarian laut, para nelayan hendaknya juga mampu menjaga laut sebagai tempat mencari nafkah. Hanya dengan menjaga kelestarian lingkungan laut maka hasil tangkapan nelayan akan meningkat.


Menanggapi usulan Ketua DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait asuransi nelayan dan pengerukan alur sungai, Bupati berjanji sudah terlebih dahulu melakukannya.


"Sebelum hal tersebut diminta, kami sudah mengeluarkan kebijakan pemberian asuransi bagi nelayan, bahkan sudah dua orang nelayan mendapat klaim asuransi sebesar Rp12 juta bagi nelayan yang meninggal dan Rp7 juta bagi masyarakat umum yang meninggal dunia," jelasnya.


Sedangkan pengerukan alur sungai di Pelabuhan Perikanan yang mengalami pendangkalan, janji Bupati pihak sudah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pengerukan.


"Pengerukan alur saya akui sangat penting dilakukan karena alur sungai tersebut sebagai infrastruktur bagi nelayan baik yang akan melaut maupun dari laut," jelasnya.


Pengerukan alur yang sama juga akan dilakukan di kolam Kampung Nelayan, dan pihaknya sudah menandatangani untuk dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga.


"Kolam kampung Nelayan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai kolam retensi penampung pada saat musim penghujan untuk mengantisipasi terjadinya banjir," jelasnya.


Dia mengatakan, akan terus melakukan pengembangan pembangunan sarana bagi nelayan di zona inti minapolitan di Pelabuhan Jelitik Sungailiat.

Pewarta: Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026