"Kami bukannya tidak melakukan sosialisasi, sebaliknya, selama dua tahun terakhir ini kami selalu bergerak melakukan sosialisasi di tujuh kabupaten kota se-Babel,"Pangkalanbaru, Bangka Tengah (Antara Babel) - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Budiman Ginting membantah pihaknya tidak menyosialisasikan adanya sumber dana permodalan bagi pelaku koperasi dan KUMKM dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).
"Kami bukannya tidak melakukan sosialisasi, sebaliknya, selama dua tahun terakhir ini kami selalu bergerak melakukan sosialisasi di tujuh kabupaten kota se-Babel," katanya usai pembukaan acara Temu Mitra LPDB-KUMKM di Pangkalanbaru, Kamis.
Budiman menjelaskan, meski Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan sosialisasi, pelaku koperasi dan UMKM memiliki hak untuk memilih sumber permodalan.
"Kami menawarkan berbagai sumber dana permodalan termasuk LPDB, tapi yang berhak menentukan kan pelaku koperasi dan UMKM," katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemas Danial mempertanyakan kecilnya penyerapan dana bergulir PLDB di Babel yang hanya Rp8 miliar pada 2013 dari dana yang digulirkan sebesar Rp3,3 triliun untuk seluruh Indonesia.
Terkait hal tersebut, Kemas mempertanyakan kinerja Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memberikan informasi pada para pelaku koperasi UMKM.
Lebih lanjut, ia mengatakan Diskop Babel telah menorehkan prestasi dalam menyosialisasikan PLDB karena terjadi kenaikan signifikan dalam penyerapan dana.
"Tahun 2009 penyerapan LPDB di Babel hanya Rp1 miliar dan meningkat signifikan pada 2013 sebesar hampir Rp8 miliar," katanya.
Budiman mengatakan, mengingat jumlah penduduk Babel yang hanya 1,2 jutaan dan dengan jumlah koperasi yang hanya 980 unit, angka penyerapan tersebut sudah luar biasa.
"Jangan dibandingkan dengan Surabaya, misalnya, yang mampu menyerap LPDB hingga bertriliun-triliun karena jumlah koperasi mereka memang banyak hingga 36 ribu, kita hanya 980 unit dan jumlah penduduk mereka 40 juta jiwa," katanya.
Seharusnya, kata Budiman, penilaiannya dilihat dari kualitas koperasi. Koperasi di Babel mampu menerima bantuan permodalan hingga Rp6 miliar dan mampu mengembalikan dalam 6 bulan.
"Koperasi Kelapa Sawit mampu meminjam Rp6 miliar pada bank dan saat kami tawarkan LPDB mereka mau berpindah karena bunga kecil, kalau dari kualitas koperasi, kita sejajar lah dengan Jawa," katanya.
Pewarta: pewarta: Ida NurcahyaniUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.