Alhamdulillah, saat ini usaha semakin berkembang dibanding sebelum mendapatkan bantuan modal usaha dari PT Timah (Persero) Tbk.
Toboali  (Antara Babel) - Terima kasih PT Timah (Persero) Tbk, sebagai ungkapan suka cita pedagang ikan di Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mendapatkan bantuan pinjaman bergulir dari perusahaan plat merah itu.

Berkat pinjaman bergulir PT Timah (Persero) Tbk, pedagang-pedagang kecil dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya di saat kondisi ekonomi masyarakat melesu, karena anjloknya harga komoditas perkebunan dan tambang di daerah itu.

Risdianto salah seorang pedagang ikan di pasar tradisional Toboali yang menerima bantuan pinjaman bergulir dari PT Timah (Persero) Tbk sebesar Rp40 juta dengan bunga 6 persen per tahun, dapat mengembangkan usaha dengan meningkatkan pasokan ikan dagangannya. Biasanya hanya 70 kilogram per hari meningkat 300 hingga 400 kilogram per hari.
 
Tidak hanya itu, Risdianto juga sudah mampu menyewa tempat berjual ikan di Pasar Toboali, sebelumnya dia berjualan keliling menggunakan sepeda motor menjajakan dagangan ikannya.

Berdasarkan pantauan, puluhan pembeli datang silih berganti membeli berbagai jenis ikan segar di lapak penjualan ikan milik Risdianto. Terlihat calon pembeli sibuk memilih berbagai jenis ikan seperti pari, singkur, tongkol, ekor kuning dan lainnya hasil tangkapan nelayan tradisional di daerah itu.

"Alhamdulillah, saat ini usaha semakin berkembang dibanding sebelum mendapatkan bantuan modal usaha dari PT Timah (Persero) Tbk," kata Risdianto saat melayani pembeli ikan di Pasar Tradisional Toboali.

Menurut dia bunga pinjaman bergulir sangat rendah dibanding bunga pinjaman di bank cukup tinggi yang sangat memberatkan pedagang kecil.

Selain itu, untuk memperoleh pinjaman bergulir ini mudah, pedagang kecil cukup mengisi formulir, kartu tanda penduduk, jaminan seperti surat tanah dan sepeda motor dan selanjutnya pihaknya perusahaan memantau usaha yang dilakoninya sudah 11 tahun itu.

"Saya pernah ditawarin pinjaman modal usaha dari bank, namun tawaran itu ditolak karena takut kewalahan membayar bunga pinjaman di bank tersebut," katanya.

Ia berharap PT Timah (Persero) Tbk terus membantu pedagang kecil, agar bisa mengembangkan usahanya di tengah daya beli masyarakat melesu akibat harga karet, sawit, lada putih dan bijih timah turun.

"Kami sangat berterima kasih, karena dengan adanya bantuan ini sangat membantu pedagang-pedagang kecil mempertahankan usahanya menghadapi pasar Ekonomi Masyarakat ASEAN tahun ini," katanya.

Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Timah (Persero) Tbk, M Subuh Wibisono mengatakan pinjaman bergulir ini merupakan wujud kepedulian dan wujud tanggung jawab sosial perusahaan terhadap pengembangan UKM agar dapat bertumbuh kembang bersama perusahaan.

"Pada tahun ini kita telah menganggarkan Rp10 miliar atau meningkat dibanding 2015 sebesar Rp9,1 miliar untuk disalurkan kepada 314 pelaku usaha kecil di Provinsi Kepulauan Babel, Kabupaten Karimun, Dabo Singkep, Wilayah Jakarta, Bandung dan Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan PT Timah (Persero) Tbk fokus membantu UKM, karena usaha ini sudah terbukti dan mampu bertahan selama krisis ekonomi 1998, dimana perusahaan-perusahaan besar di Indonesia banyak yang bangkrut karena tidak mampu menanggung beban operasional, sementara UMKM tetap bertahan menghadapi krisis ekonomi itu.
 
"Kita sangat peduli dan fokus untuk mengembangkan industri kerakyatan yang berbasis produk asli daerah, agar mereka lebih siap menghadapi pangsa pasar bebas tahun ini," ujarnya.


Pewarta: Aprionis
Editor : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026