Sangat tidak benar jika kinerja perusahaan disebut menurun atau jeblok karena dalam tiga tahun terakhir laba perusahaan justru terus mengalami peningkatan.Pangkalpinang (Antara Babel) - Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Sukrisno membantah kinerja perusahaan yang dipimpinnya jeblok dalam tiga tahun terakhir sebagaimana diungkapkan Ikatan Karyawan Timah (IKT) dalam aksi unjuk rasa pekan lalu.
"Sangat tidak benar jika kinerja perusahaan disebut menurun atau jeblok karena dalam tiga tahun terakhir laba perusahaan justru terus mengalami peningkatan," kata Sukrisno kepada wartawan di Pangkalpinang, Selasa.
Berdasarkan laporan auditor PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, jelas dia, laba tahun berjalan perusahaan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Laba tahun berjalan 2012 tercatat sebesar Rp431,589 miliar, meningkat menjadi Rp580,570 miliar pada 2013 dan naik lagi menjadi 637,954 miliar pada 2014.
Sementara laba usaha pada 2012 tercatat sebesar Rp650,892 miliar, lalu naik menjadi Rp829,052 miliar pada 2013 dan meningkat lagi menjadi Rp925,099 miliar pada 2014.
"Saat ini laporan kinerja perusahaan selama 2015 masih dalam proses dan mudah-mudahan selesai diaudit pada akhir bulan ini," katanya.
Ia mengatakan, pernyataan yang salah dari IKT terkait kinerja perusahaan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Bangka Belitung dan di Jakarta pekan lalu telah mengakibatkan keresahan di kalangan investor dan juga pemegang saham.
"Kita menggunakan auditor PwC yang memiliki reputasi internasional. Artinya auditor yang kita gunakan kredibel, sehingga hasilnya tidak perlu diragukan lagi," ujarnya.
Berkat peningkatan kinerja tersebut, menurut Sukrisno, PT Timah bahkan mendapatkan penghargaan dari Info Bank sebagai perusahaan yang dinilai terus berkembang dalam tiga tahun terakhir.
"Saya merasa perlu meluruskan pernyataan IKT yang tidak benar ini agar pemagang saham, investor dan juga publik mengetahui bagaimana sesungguhnya kinerja perusahaan ini," ujarnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.