Puluhan karung pakan unggas rusak terendam banjir.Pangkalpinang (Antara Babel) - Distributor pakan unggas di Kota Pangkalpinang merugi puluhan juta rupiah karena seluruh stok pakan terendam banjir besar beberapa hari lalu.
"Puluhan karung pakan unggas rusak terendam banjir," kata distributor pakan unggas, A Bun di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, Sabtu.
A Bun bersama tiga orang karyawannya terlihat sedih membersihkan pakan dan obat-obatan unggas yang rusak terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 hingga dua meter pada Senin (8/2) hingga Selasa (9/2).
Puluhan karung pakan unggas seperti pelet, dedak, jagung dan pakan lainnya tersebut yang tidak bisa dijual lagi itu dibuang, karena sudah menimbulkan bau busuk dan bercampur dengan lumpur.
"Diperkirakan kerugian yang diderita mencapai Rp90 juta, karena seluruh stok hancur dan rusak karena air banjir," ujarnya.
Ia mengaku tidak sempat lagi menyelamatkan stok pakan di dalam gudang karena banjir yang datang secara tiba-tiba mengenangi pasar bagian bawah.
"Pada saat itu kita sedang merayakan Imlek bersama keluarga dan karyawan diliburkan karena perayaan Imlek," ujarnya.
Ia mengatakan untuk beberapa bulan ini toko dan gudang ditutup, karena tidak memiliki modal usaha lagi.
"Untuk memulai usaha lagi membutuhkan modal besar, apalagi harga pakan ternak di pabrik mengalami kenaikan yang cukup tinggi," ujarnya.
Menurut Dedy, pedagang pakan ayam lain juga mengaku rugi sekitar Rp50 juta karena seluruh dagangannya rusak dan tidak bisa dijual lagi.
"Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan dan pinjaman lunak untuk memulai usaha baru," harapnya.
Pewarta: AprionisEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026