LIPI sudah berkoordinasi dengan pemprov untuk kelola limbah sawit, seperti menjadikan sebagai bahan bakar solar untuk memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik melalui energi biodiesel, maupun produk lainnya.
Pangkalpinang (Antara BAbel) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melirik limbah sawit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dikelola menjadi lebih bermanfaat.

"LIPI sudah berkoordinasi dengan pemprov untuk kelola limbah sawit, seperti menjadikan sebagai bahan bakar solar untuk memenuhi kebutuhan pasokan tenaga listrik melalui energi biodiesel, maupun produk lainnya," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Distanbunak) Babel Zola di Pangkalpinang, Senin.

Ia menjelaskan saat ini LIPI sedang melakukan pengumpulan data dan melakukan pengujian kelayakan rencana tersebut.

"Direncanakan, Babel akan dibangun pabrik pengolahan limbah sawit menjadi biodiesel. Saat ini mereka lagi melakukan riset dan uji kelayakan serta mengumpul data-data," ujarnya.

Ia mengatakan beberapa kabupaten di Bangka Belitung sudah memanfaatkan limbah sawit menjadi energi listrik, seperti di Tempilang Kabupaten Bangka Barat dan Belitung.

"Sudah ada yang memanfaatkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) ini yaitu PT SMM Belitung, disusul di daerah Tempilang Bangka Barat yang sedang membangun untuk memanfaatkan limbah sawit menjadi tenaga listrik," katanya.

Dia menjelaskan berbagai produk yang bisa dihasilkan dari limbah sawit, baik itu limbah cair atau tandan kosong, maupun daun.

"Manfaat limbah sawit banyak, salah satunya dibuat kompos dan biogas, pembangkit listrik dan banyak lagi," katanya.

Ia berharap, wacana LIPI untuk pemanfaatan limbah sawit dapat berlangsung cepat sehingga akan lebih menguntungkan petani sawit.

"Mudah-mudahan rencana LIPI pembangunan tersebut dapat terlaksana sehingga dapat memenuhi pasokan listrik di Bangka Belitung yang memang masih sangat kita perlukan," katanya.


Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026