Pasokan yang masuk dari daerah sentra belum cukup maksimal sehingga berdampak terhadap harga yang bertahan tinggi, sedangkan stok yang tersedia masih kurang.Pangkapinang (Antara Babel) - Harga cabai rawit di pasar-pasar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bertahan tinggi karena stok tidak cukup untuk memenuhi permintaan dan pasokan dari daerah lancar masih tersendat.
"Pasokan yang masuk dari daerah sentra belum cukup maksimal sehingga berdampak terhadap harga yang bertahan tinggi, sedangkan stok yang tersedia masih kurang," kata Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindagkop Pangkalpinang, Eka Subehi di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, pasokan cabai rawit tersendat akibat cuaca buruk yang melanda perairan di daerah itu sehingga penambahan stok sering tertunda.
Harga cabai rawit merah bertahan tinggi Rp62.000 per kilogram dan harga cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram. Sementara itu harga cabai merah biasa masih bertahan Rp42.000 per kilogram.
"Gelombang air laut di sekitar perairan di daerah ini cukup tinggi yang ditandai dengan musim hujan dan angin kencang sehingga menghambat pelayaran kapal-kapal yang hendak melaut," ujarnya.
Menurut dia, dengan menambah pasokan dari daerah sentra maka maka kebutuhan warga akan terpenuhi sebab pasokan lokal masih minim karena belum banyak warga yang bercocok tanam cabai tersebut.
"Warga di sekitar daerah ini lebih banyak memilih bercocok tanam lada, karet atau pun sawit sebab mereka menilai kondisi tanah di daerah ini tidak terlalu bagus untuk menanam cabai," ujarnya.
Pewarta: MulkiEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.