Pangkalpinang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan inflasi Indonesia relatif terkendali karena turun ke angka 4,33% (year to year) dibanding tahun yang lalu di masa yang sama. 

"Meskipun untuk month to month ada kenaikan 0,33% dikarenakan musim liburan hari raya dan perayaan ramadhan, yang mengakibatkan demand yang cukup tinggi," kata Mendagri RI Tito Karnavian di Jakarta, Senin. 

Ia mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang capaian bulan April yang sangat baik. 

"Presiden Jokowi memberikan apresiasi untuk pemerintah pusat, utamanya pemerintah daerah, serta stakeholder yang sangat konsisten bersama-sama melakukan pengendalian di daerahnya masing-masing," katanya. 

Ia menjelaskan dari 4,33% inflasi umum, ada tiga penyumbang inflasi signifikan di bulan yang lalu. Pertama yaitu, adanya andil tarif transportasi khususnya angkutan udara (tertinggi) dengan inflasi 11,96 naik 1,45%.

"Pada saat jelang lebaran, dengan penumpang yang banyak, justru tarifnya makin naik, harusnya demandnya tinggi jangan diikuti dengan kenaikan yang tinggi juga, karena berpengaruh dengan sektor lainnya, seperti kargo udara yang juga naik, yang jika kargo naik, biaya transportasi dari satu tempat ke tempat lain juga akan tinggi," katanya.

Kemudian andil makanan, minuman dan tembakau di angka 1,20%. Hal ini menurutnya harus terus dimonitor, terutama pengendalian harga dan adanya ketersediaan pangan sebelum harga naik. Dan penyumbang ketiga yaitu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang andil inflasinya 0,49% dari angka 4,33%.

"Sehingga pertanyaan Bapak Presiden, ini bagaimana agar bisa turun di bawah angka 4%? Saya jawab, sangat bisa. Pertama, melalui administered price (harga yang diatur pemerintah) semisal tiket, kargo udara, harus diatur pemerintah, bukan berdasarkan mekanisme pasar," katanya.

Ia menambahkan kedua mengatur harga tertinggi transportasi ke tiap-tiap daerah, termasuk mengatur harga tarif listrik (PLN), air (PDAM), serta mengatur kerjasama dengan Pertamina sebagai penyedia avtur, dan stakeholder lainnya.

Ia menyampaikan jika harga tiket dan kargo udara utamanya bisa diturunkan sepertiganya saja, maka inflasi akan bisa menjadi di bawah 4%. Transportasi udara menjadi kunci paling utama. Dan jika pemerintah pusat dapat menurunkan harga tiket udara, secara otomatis andil inflasi akan turun," katanya.

"Air, listrik, bahan bakar rumah tangga juga administered price.PDAM diatur oleh pemerintah provinsi dan kabupaten, jadi tolong betul-betul jangan menaikkan tarif secara signifikan karena akan berdampak luas kepada kenaikan harga barang, jasa dan lainnya," katanya.

Menurut dia yang harus kita lakukan adalah, pemerintah pusat, kementerian,  BUMN dan pemerintah daerah, khususnya daerah-daerah tertentu yang penerbangannya diperlukan tetapi jumlah penumpang sedikit, harus bergerak bersama-sama mengatasi masalah transportasi udara.

"Jadi, posisi kita saat ini sudah bagus, tapi masih bisa diturunkan lagi jika kita bisa mengatasi poin-poin andil inflasi, dan dapat mempertahankan poin yang sudah baik," katanya.

Ia menyimpulkan bahwa ada beberapa komoditas yang masih perlu mendapat atensi, yakni beras, minyak kita, dan gula yang variasi dan tidak merata di berbagai tempat. Ada beberapa daerah yang harganya murah, tapi beberapa daerah harganya mahal, sehingga perlu untuk dimonitor. Dalam hal ini, satgas pangan daerah, Dinas Perdagangan, dan lainnya, dapat berkoordinasi dengan lintas sektoral, stakeholder, dan juga internal.

Sementara itu untuk mendukung penuh pengendalian laju inflasi, Penjabat  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu menghadiri rapat rutin Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Kongkret Pengendalian Inflasi di Daerah dalam rangka Pengendalian Inflasi Tahun 2023 secara Virtual melalui Aplikasi Zoom di Ruang Kuta 3 Hotel Grand Melia.

Pewarta: Chandrika Purnama Dewi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026