Penurunan bahan bakar minyak (BBM) cukup mempengaruhi harga kebutuhan pokok di daerah ini.
Pangkalpinang (Antara Babel) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan bahan bakar minyak (BBM) memicu harga beras di sejumlah pasar tradisional turun Rp500 per kilogram, karena biaya pendistribusian kebutuhan pokok itu juga mengalami penurunan.

"Penurunan bahan bakar minyak (BBM) cukup mempengaruhi harga kebutuhan pokok di daerah ini," kata Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kepulauan Babel Marhoto di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan saat ini harga beras merek 118 turun menjadi Rp11.400 per kilogram dari harga sebelumnya Rp12 ribu per kilogram, harga beras merek RM dan TR turun menjadi Rp11.700 dari harga sebelumnya Rp12.200 per kilogram.

"Penurunan harga beras ini juga karena pasokan dan stok beras di distributor yang cukup," ujarnya.

Ia mengatakan stok beras di sejumlah gudang distributor mencapai 4.000 ton tersebar di gudang PT Bina Purnama Bersama 400 ton, di PT Bangka Alam Sejahtera 600 ton, PT Cahaya Abadi 35 ton, Akon 200 ton, Bulog 2.000 ton, dan Toko Hartono 20 ton.

Kemudian stok beras di gudang Toko Kim Nyuk 35 ton, UD Mawar Jaya 250 ton, CV. As 30 ton dan PT Globus Internusa 430 ton.

"Diperkirakan stok beras di gudang distributor akan terus bertambah, karena pasokan dilakukan secara kontinyu," ujarnya.

Menurut dia BBM sangat mempengaruhi berbagai kebutuhan pokok, karena sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini dipasok dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan daerah sentra produksi beras lainnya.

"Kita berharap harga sembako ini terus turun, sehingga dapat meringankan masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan pokoknya," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026