Pangkalpinang (ANTARA) - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Suganda Pandapotan Pasaribu mempromosikan potensi Bangka Belitung, melalui taping Program Nusaraya di Kompas Gramedia, Jakarta Barat. 

"Mulai dari keindahan alam, sumber daya alam, kearifan lokal budaya, dan juga kenikmatan berbagai kuliner khas yang dimiliki oleh Babel," kata Pj Gubernur Babel Suganda di Pangkalpinang, Senin. 

Ia mengatakan dalam program itu Babel merupakan provinsi ke-31 di Indonesia, yang resmi berdiri pada 21 November 2000, dan pada 21 November nanti akan berusia 23 tahun. 

"Babel ini provinsi yang dianugrahi Tuhan secara komplek, sumber daya alam yakni mineral tambang yang dikenal Timah, ada juga lada terbaik di dunia berasal dari Babel," katanya. 

Ia menambahkan Babel juga telah ditetapkan menjadi salah satu provinsi yang menjadi bagian 10 wisata prioritas di Indonesia.

"Ada 17 geopark Belitung yang sudah diakui UNESCO, bukan lagi diakui secara nasional, tapi diakui dunia. Menparekraf saja sudah dua kali dalam bulan ini mengunjungi Babel. Ada juga desa wisata yang menjadi salah satu dari 75 desa unggulan. PR kita untuk lebih menggiatkan lagi wisata, mengadakan event internasional seperti yang telah sukses dilaksanakan yakni G20. Pada 5 Juli nanti ada Asean Blue Economic Forum," katanya. 

Ia menyampaikan bahwa di Belitung juga ada Festival Durian yang menjadi agenda rutin ketika musim durian tiba. Otak-otak dari Babel juga terkenal enak, ada masakan bernama lempah kuning di Bangka, di Belitung terkenal dengan sebutan Gangan, yang memiliki rasa yang mirip namun hanya berbeda bumbu sedikit. 

Sementara itu dalam program tersebut Pj Gubernur Suganda menjelaskan tentang 4 P yang merupakan strategi untuk kemajuan Pariwisata Bangka Belitung. 

"P yang pertama adalah *Produk* apa yg kita jual, kita lengkap melalui event Bangka Thiathlon yang rutin dilakukan setiap tahun. Peserta dari mancanegara, ekspatriat, bahkan Menparekraf ikut sebagai peserta. Event-event seperti ini dilakukan untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun asing berkunjung ke Babel," katanya. 

Kemudian P yang kedua adalah *Price*. 

"Mengapa kita selalu membenahi infrastruktur, menghubungkan darat laut udara, kalau bandara baik, harga tiket terjangkau, banyak orang yang datang ke Babel" terangnya. 

P ketiga yakni *Promosi,* 

"Terima kasih Kompas Gramedia, semoga acara ini bisa mempromosikan daerah Babel, ada makanan, budaya, ada nama kelompok forum perdukunan yang merupakan kearifan lokal, sebagai wadah tokoh masyarakat yang masih di dengar pendapatnya oleh masyarakat," katanya. 

Sedangkan P yang keempat adalah *Program*. 

"Program Gule Kabung (Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung) digagas dan telah saya launching serta dilaksanakan. Program ini lebih efisien dan mengena ke masyarakat" katanya. 

Pj Gubernur pun menjelaskan filosofi dan makna dari Gule Kabung. 

"Secara filosofi sendiri, Gule Kabung, atau yang secara nasional dikenal dengan gula aren, memiliki makna yang dalam dan pohon aren mulai dari pohon, daun, buah, semua bisa bermanfaat," ujarnya. 

Ia menyatakan dalam program itu ia didampingi para Kepala OPD terkait, dan forkopimda serta instansi vertikal menginap ke desa atau kelurahan di kabupaten/kota, untuk mendengar aspirasi langsung dari masyarakat, dan sekaligus langsung menjawab solusi apa saja sebagai tindak-lanjut dari aspirasi masyarakat tersebut. Secara bertahap, aspirasi dari masyarakat tersebut akan kami eksekusi. 

"Program ini dilakukan dengan harapan pemerintah dan masyarakat sama-sama bergandengan tangan untuk membangun Kepulauan Bangka Belitung, Negeri Serumpun Sebalai. Hal itu sudah dibuktikan beberapa hari setelah di-launching-nya Program Gule Kabung, dan dilaksanakan. Terlihat masyarakat sangat menantinya dengan antusias," katanya.

Pewarta: Chandrika Purnama Dewi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026