Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan penanaman mangrove di Pantai Desa Baskara Bakti Kabupaten Bangka Tengah, sebagai rangkaian memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

"Kegiatan ini menjadi penguat semangat kolaborasi untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, lestari dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani saat penanaman mangrove di Pantai Desa Baskara Bakti, Jumat.

Ia mengatakan Kepulauan Bangka Belitung memiliki garis pantai lebih dari 1.200 kilometer dengan kawasan mangrove seluas kurang lebih 66.841 hektare, sehingga ekosistem ini menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir dan aset penting bagi keberlanjutan lingkungan serta pariwisata daerah.

 

"Ekosistem mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Oleh karena itu, hutan mangrove ini harus dijaga dan dilestarikan demi masa depan generasi penerus bangsa ini," katanya.

Menurut dia, hutan mangrove selain berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, mangrove juga mampu menyerap karbon dalam jumlah besar serta mendukung perekonomian masyarakat setempat.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dari sampah dengan menggalakkan kegiatan gotong royong, baik di lingkungan provinsi, kabupaten, hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Ia mengapresiasi atas peran aktif TP PKK, para kader, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi melestarikan mangrove ini.

"Saya berharap pohon-pohon mangrove yang ditanam terus dirawat dan dipelihara agar memberikan manfaat nyata untuk masyarakat," katanya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kepulauan Babel Noni Hidayat Arsani mengapresiasi Gubernur Hidayat Arsani yang telah menyempatkan waktu hadir dalam acara penanaman mangrove di Desa Baskara Bakti ini.

"Aksi penanaman mangrove bersama ini merupakan momentum penting untuk membangkitkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem mangrove yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi masyarakat, karena menjaga keseimbangan biota laut di dalamnya," katanya.

Ia menekankan PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di lingkungan keluarga untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta pemeliharaan kebersihan sejak dini.

"Saya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan kita. Mari kita mulai belajar mengelola sampah dengan benar dan tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah merupakan salah satu kendala terbesar saat ini. Penting bagi kita untuk mulai memilah antara sampah organik dan nonorganik demi kelestarian lingkungan di sekitar kita, khususnya di Bangka Belitung," ujarnya.

 

 

Kepala Desa Baskara Bakti, Bahtiar Efendi menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya kawasan mereka sebagai lokasi penanaman. Ia menilai program kolaboratif ini sangat membantu program desa dalam memulihkan wilayah pesisir.

"Ini merupakan langkah nyata untuk menanggulangi abrasi pantai yang selama ini menjadi kekhawatiran warga. Kami berkomitmen untuk bersama-sama mengawal, merawat, dan menjaga bibit-bibit mangrove ini agar tumbuh dengan baik dan memberikan dampak ekologis jangka panjang," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026