"Rencananya dexlite akan diluncurkan sebelum lebaran Idul Fitri atau sekitar bulan Mei atau Juni 2016. Produk baru tersebut akan melengkapi ragam bahan bakar yang dijual dan memberikan pilihan lebih banyak jenis bahan bakar ke masyarakat Babel," kata Officer Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region II, Rico Raspati di Pangkalpinang, Senin.
Ia menjelaskan, berbagai keunggulan dari dexlite di antaranya, memiliki cetane number 51 dan kadar sulfur yang lebih rendah 1.000 hingga 1.200.
Sementara solar bersubsidi yang dijual saat ini hanya memiliki cetane number 35 dan kadar sulfur 3.500.
"Dexlite memang memiliki kualitas di atas solar, namun harga tetap terjangkau oleh konsumen dan ramah terhadap lingkungan. Dengan hadirnya dexlite, pertamina telah berkontribusi positif membantu pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar bersubsidi solar," ujar dia.
Ia berharap, produk dexlite dapat memperbaiki kualitas BBM yang ada dan untuk harga, kisarannya di atas biosolar dan di bawah pertamina dex.
Ia menambahkan, seperti halnya pertalite, dexlite akan menyasar segmen antara solar dan pertamina dex.
"Mempertimbangkan kebutuhan konsumen dan melihat peluang pasar yang ada, pertamina melakukan uji pasar untuk produk diesel. Ini merupakan bentuk inisiatif dan inovasi pemasaran pertamina untuk merespon perkembangan pasar kendaraan diesel di tanah air," jelasnya.
Ia berharap, kehadiran¿ dexlite akan disambut baik konsumen karena dengan mengkonsumsi dexlite tenaga mesin kendaraan akan lebih besar dan hasil gas pembuang bahan bakar lebih baik sehingga dapat mengurangi polusi udara.
"Dexlite cocok untuk alat berat yang butuh power karena dapat menambah tenaga dan ramah lingkungan," jelasnya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026