"Dalam waktu dekat ini, kami akan membangunan satu unit kios daging di tempat pemotongan hewan di Kota Pangkalpinang, kemudian dilanjutkan pembangunan kios daging di enam kabupaten lainnya,"
Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel), akan membangun kios daging sapi berstandar aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) untuk menjamin daging layak konsumsi dan higienis.


"Dalam waktu dekat ini, kami akan membangunan satu unit kios daging di tempat pemotongan hewan di Kota Pangkalpinang, kemudian dilanjutkan pembangunan kios daging di enam kabupaten lainnya," ujar Kabid Peternakan Distanbunnak Babel, Sulastri di Pangkalpinang, Kamis.


Ia menjelaskan, kios daging ini akan dilengkapi sarana dan prasana untuk menjaga kualitas daging, misalnya tempat pembekuan daging berstandar dan lainnya, sehingga pedagang tidak lagi kesulitan untuk menjaga kualitas daging yang tidak laku terjual.


Selain itu, dengan adanya sarana yang memadai ini dalam upaya menjaga stok dan stabilitas harga daging sapi.


"Selama ini, keterbatasan tempat pembekuan atau pengawetan daging kurang memadai, sehingga stok dan  harga daging cukup tinggi karena pedagang membatasi pemotongan sapi untuk mencegah daging busuk karena tidak laku terjual yang pada akhir pedagang mengalami kerugian," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya kios daging ini, pedagang tidak harus mendatangkan ternak sapi, tetapi cukup mendatangkan daging beku dari luar daerah.


"Kios daging ini tentu akan menguntungkan pedagang, karena akan menghemat biaya pengiriman daging, selama ini pedagang mendatang ternak sapi yang membutuhkan biaya tinggi dan daging yang diperoleh juga berkurang karena terjadi penyusutan pada ternak tersebut," ujarnya.


Menurut dia, sebelum kios ini dibangun, pihaknya akan menyosialisasikan kepada pedagang dan masyarakat, agar pemanfaatan kios ini lebih optimal.


"Kami sudah menyosialisasikan kios daging ini kepada pedagang dan mereka cukup menyambut baik dengan adanya kios ini," ujarnya.

Pewarta: pewarta: aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026