Tanggung jawab atau kesadaran sosial pelaku usaha dibutuhkan sekali membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat...Sungailiat (Antara Babel) - Wakil Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustamsyah meminta seluruh pelaku usaha di daerah itu mengeluarkan dana sosial atau "Corporate Social Responsibility" (CSR).
Ia mengatakan di Sungailiat, Kamis, bantuan dana sosial yang dikeluarkan pelaku usaha baik usaha besar maupun menengah sangat membantu untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat setempat.
"Tanggung jawab atau kesadaran sosial pelaku usaha dibutuhkan sekali membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun saya melihat kegiatan yang dilakukannya belum ada suatu kebersamaan sehingga hanya masih bersifat spontan," katanya.
Menurut dia, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan iklim investasi yang bergairah bagi penanaman modal dan mewujudkan kesejahtera masyarakat dapat tercapai melalui komitmen perusahaan dalam pelaksanaan CSR.
"Kesadaran ini memberikan makna bahwa perusahaan bukan lagi sebagai entitas yang mementingkan diri sendiri, alienasi dan eksklusivitas dari lingkungan masyarakat, melainkan sebuah entensitas usaha yang wajib melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosial," ujarnya.
Dia mengatakan, Forum Komunikasi CRS yang sudah dibentuk hendaknya dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah dalam kepedulian sosial masyarakat.
"Melalui Forum Komunikasi CSR akan terbentuk suatu kebersamaan seluruh dunia usaha guna membantu masyarakat dari keuntungan yang diperoleh perusahaan itu," katanya.
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Kabupaten Bangka Restunemi mengakui adanya keterlambatan pembentukan Forum Komunikasi CRS.
"Seharusnya Forum Komunikasi CRS sudah dibentuk pada tahun sebelumnya, namun karena sesuatu hal forum ini baru dibentuk tahun 2016 dan diharapkan dapat berjalan sesuai yang diinginkan bersama," katanya.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.