Saat ini pembangunan jembatan sistem "bascule" ini sudah rampung 99 persen dan proyek pekerjaan sudah 100 persen, sehingga tidak ada pekerjaan lagi.Pangkalpinang (Antara Babel) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung siap mengoperasikan Jembatan Baturusa II sistem "bascule" atau buka-tutup, guna mempercepat pemerataan perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Saat ini pembangunan jembatan sistem "bascule" ini sudah rampung 99 persen dan proyek pekerjaan sudah 100 persen, sehingga tidak ada pekerjaan lagi," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Babel, Hasanuddin saat meninjau Jembatan Batu Rusa II yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka itu, Kamis.
Ia menjelaskan pembangunan Jembatan Batu Rusa II dengan panjang 784 meter dan lebar 24 meter telah menghabiskan Rp420 miliar berasal dari APBD dan APBN, guna mempercepat laju perekonomian masyarakat di daerah itu.
"Saat ini tinggal 'finishing' dan uji kelayakan jembatan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya.
Ia mengatakan sebelum uji kelayakan dilaksanakan, pihaknya akan melakukan tes beban (loading test) dengan trailer.
"Tiga orang ahli konstruksi infrastruktur akan melakukan loading test. Setelah itu profesor ahli bidang elektrikal dan hydrolik dari pusat yang akan melakukan uji kelayakan," ujarnya.
Menurut dia berdasarkan arahan Gubernur Kepulauan Babel, jembatan ini akan akan diresmikan secara bersamaan dengan Terminal Bandara Internasional Depati Amir dan akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
"Jembatan ini akan dinamakan Jalan Eko Maulana Ali Soeharso (mantan Gubernur Kepulauan Babel) atau jalan emas," katanya.
Ia berharap jembatan ini dapat membuka koridor pariwisata daerah karena wisatawan yang melintasi jembatan dapat melihat langsung suasana dan keindahan Pantai Air Anyir, Pasir Padi dan PLTU Bangka.
"Kita harap jembatan ini dapat menghidupkan perkotaan baru di Bangka karena dekat dengan rumah sakit dan pantai sebagai objek wisata daerah," ujarnya.
Pewarta: Septi ArtianaEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.