Penghimpunan DPK yang terdiri dari giro, tabungan dan deposito triwulan awal tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yakni 8,28 persen (yoy).
Pangkalpinang (Antara Babel) - Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada akhir triwulan I 2016 mencapai Rp14,69 triliun atau tumbuh 9,17 persen (yoy).

"Penghimpunan DPK yang terdiri dari giro, tabungan dan deposito triwulan awal tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yakni 8,28 persen (yoy)," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, peningkatan pertumbuhan terjadi pada komponen giro, sedangkan untuk komponen tabungan dan deposito mengalami perlambatan pertumbuhan.

"Giro tercatat meningkat sebesar 34,20 persen (yoy) atau secara nominal menjadi sebesar Rp2,70 triliun setelah pada triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,44 persen (yoy)," katanya.

Sementara itu, tambah dia, tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 1,87 persen (yoy) lebih lambat dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,95 persen (yoy).

Sementara itu, tabungan komponen deposito juga mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi sebesar 8,98 persen (yoy) dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 11,40 persen (yoy).

"Komponen tabungan dan deposito masing-masing berada pada posisi Rp6,91 triliun dan Rp5,07 triliun," jelasnya.

Ia menyebutkan, penurunan pertumbuhan tabungan terjadi karena adanya penurunan komponen tabungan dari kelompok bank swasta nasional yang tumbuh sebesar 4,93 persen dan bank pemerintah yang tumbuh sebesar 13,87 persen dari triwulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh sebesar 10,73 persen dan 16,73 persen.

Sementara itu, DPK dari golongan individu mengalami pertumbuhan menjadi 6,35 persen, dari triwulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 7,09 persen.

"Komponen giro, tabungan dan deposito mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 13,55 persen, 1,52 persen dan 15,13 persen. Pertumbuhan DPK disebabkan karena masyarakat masih menahan ekspansi usaha seiring dengan perlambatan ekonomi," katanya.



Pewarta: Septi Artiana
Editor : Mulki

COPYRIGHT © ANTARA 2026