bersumber dari ketersediaan barang dan meningkatnya konsumsi sehubungan dengan mulai membaiknya harga komoditas dan membaiknya aktivitas ekonomi
Pangkalpinang(Antara Babel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memprediksi laju inflasi di daerah itu pada Juli 2016 mengalami sedikit penurunan dibanding sebelumnya meski masih cukup tinggi.
"BI sudah melakukan upaya untuk menekan inflasi pada Juli 2016 yang diperkirakan bersumber dari ketersediaan barang dan meningkatnya konsumsi sehubungan dengan mulai membaiknya harga komoditas dan membaiknya aktivitas ekonomi," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel, Bayu Martanto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia menambahkan optimalisasi produktivitas pangan lokal dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan daerah itu pasokan dari luar daerah.
"Saat ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Babel juga sedang memaksimalkan kelancaran jalur distribusi dan mendorong kerja sama antar daerah guna mendukung kelancaran pasokan pangan agar tidak terjadi kelangkaan," katanya.
Lebih lanjut ia sampaikan, TPID Babel akan melakukan beberapa langkah pengendalian selama Juni dan Juli di antaranya melalui penguatan stok pangan daerah, monitoring harga pangan melalui pemanfaatan pusat informasi harga pangan strategis (PIHPS) dan pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar.
"Kami juga melakukan penyaluran rastra, peningkatan kualitas infrastruktur serta pembentukan ekspektasi inflasi publik di media massa. Upaya yang dilakukan TPID tersebut akan diteruskan dan diperkuat pada bulan mendatang mengingat potensi tekanan inflasi kedepan masih cukup besar hingga bulan Desember 2016," jelas Bayu.
Ia mengatakan inflasi di Babel pada Juni 2016 sebesar 1,89 persen (mtm) dan diprediksi bulan Juli inflasi sedikit lebih rendah.
"Dua kota sampel perhitungan inflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang dan Tanjungpandan pada bulan Juni 2016 mencatatkan inflasi masing-masing sebesar 2,14 persen (mtm) dan 1,46 persen (mtm)," katanya.
Ia menambahkan inflasi Juni itu terjadi pada semua kelompok yaitu volatile food, administered prices dan inflasi inti.
"Tercatat berbagai jenis bahan makanan yang meningkat permintaannya menjelang hari raya Idul Fitri seperti daging, ayam dan ikan-ikanan menjadi penyumbang inflasi disamping kenaikan tarif angkutan udara yang menyentuh batas atas tarif pada mudik libur Lebaran," ucapnya.
Pewarta: KasmonoEditor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.